Masyarakat tidak Perlu Panik terhadap Cacar Monyet


Penulis: Media Indonesia - 16 May 2019, 08:10 WIB
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
 ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Dirjen Pencegahan dan Pe ngendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono

MASYARAKAT diminta tidak perlu panik dengan adanya pemberitaan mengenai penyakit cacar monyet atau monkeypox yang mungkin dapat masuk ke Indonesia. Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk senantiasa waspada dan menjaga kebersihan.

"Sampai saat ini belum ditemukan kasus monkeypox di Indonesia," jelas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono, melalui siaran pers di Jakarta, kemarin.
Anung menegaskan penyakit itu hanya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan laboratorium.

"Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus monkeypox. Pengobatan simptomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul," tambahnya.

Senada, Koordinator One Health Collaborating Center (OHCC) Universitas Gadjah Mada Prof Dr Wayan T Artam menyebut penyebaran cacar monyet tidak perlu ditakuti karena kurang lebih serupa dengan cacar pada manusia yang disebabkan smallpox.

Kemiripan tersebut tampak dari gejala munculnya cacar dan angka kematian yang disebabkannya.
"Gejala yang muncul mirip seperti penderita cacar, tapi lebih ringan. Hal itu seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan berlanjut dengan benjolan kecil ke seluruh tubuh," ujarnya.

Dia menyebut wabah ini dapat dikontrol karena sebenarnya masyarakat sudah divaksinasi dengan vaksin smallpox yang telah dilakukan sejak 1980.

"Masyarakat masih terlindungi karena adanya kekebalan silang dari vaksin smallpox. Menurut laporan, kekebalan ini mencapai 85%," tuturnya.

Di sisi lain, sejumlah daerah terus berupaya mengantisipasi penyebaran virus monkeypox.

Dinas Kesehatan Sumatra Utara, misalnya, menjalin kerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan di Bandara Internasional Kualanamu dan Pelabuhan Belawan berupa pemasangan thermoscanner atau pemindai panas untuk mengetahui ada tidaknya penumpang yang terkena.

Sementara itu, di Riau, warga diimbau menunda bepergian ke luar negeri meskipun kasus monkeypox sudah diisolasi dan dikarantina ketat dari sumber awalnya yakni Singapura.

Kejadian luar biasa (KLB) monkeypox terjadi kali pertama di Kongo, Afrika, pada 1970. (Ind/YP/RK/X-11)

BERITA TERKAIT