Sejumlah Asosiasi Sepak Bola Eropa Tolak Reformasi Liga Champions


Penulis: Despian Nurhidayat - 16 May 2019, 07:45 WIB
wikipedia
 wikipedia
Logo Liga Champions

LIGA Sepak Bola Jerman (DFL) dan klub anggotanya dengan suara bulat menolak proposal mereformasi Liga Champions UEFA.

Dalam sebuah pernyataan yang diberikan setelah RUPS, Rabu (15/5) waktu setempat atau Kamis (16/5) WIB, DFL menyatakan sebanyak 36 klub profesional Jerman menentang reformasi yang diusulkan, yang akan membuat Liga Champions direstrukturisasi menjadi sistem tiga tingkat dari 2024 dan seterusnya.

Reformasi pada awalnya diusulkan Asosiasi Klub Eropa (ECA), dengan 13 klub DFL termasuk Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund termasuk ke dalam anggotanya.

Sejak saat itu, mereka telah dipertimbangkan UEFA, meski mendapat kritik keras dari liga domestik Eropa.

"Konsep Asosiasi Klub Eropa yang saat ini dibahas akan memiliki konsekuensi yang tidak dapat diterima liga nasional di Eropa dan karenanya tidak boleh diimplementasikan dalam bentuk ini," kata CEO DFL Christian Seifert.

Baca juga: Kalahkan Juventus, AS Roma Buka Peluang ke Liga Champions

"Kita tidak boleh membiarkan liga nasional menjadi kurang menarik bagi jutaan orang di seluruh benua," lanjutnya.

Usulan awal, yang diajukan presiden Asosiasi Klub Eropa Andrea Agnelli, Maret lalu, membayangkan sebuah kompetisi Eropa tiga tingkat dengan promosi dan degradasi internal, yang secara efektif mempersulit klub-klub kecil untuk masuk kompetisi Eropa.

UEFA sendiri dikabarkan sedang mengerjakan reformasi serupa, dengan rencana membentuk kembali Liga Champions menjadi empat kelompok yang terdiri dari delapan tim, dengan hanya empat dari 32 peserta yang lolos melalui liga nasional mereka.

Namun, Seifert mengatakan DFL yakin presiden UEFA Aleksandr Ceferin memahami pentingnya liga domestik dan akan menunjukkan pandangan ke depan dalam proses reformasi ini.

"Setiap reformasi dari kompetisi klub Eropa yang sudah sangat sukses harus memuaskan semua peserta, tidak hanya beberapa," kata Seifert.

Dia pun memperingatkan jika liga nasional menderita, itu akan merusak sepak bola Eropa dalam jangka panjang.

"Itu tidak bisa dilakukan untuk kepentingan UEFA," tambahnya.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dan Liga Sepak Bola Prancis (LFP), Rabu (15/5). mengatakan bahwa mereka ingin mengajukan proposal alternatif ke UEFA dalam waktu delapan hingga 10 hari setelah mayoritas klub Prancis memilih menentang reformasi.

Paris Saint-Germain merupakan satu-satunya pihak yang secara terbuka mendukung reformasi, sementara Presiden Lyon Jean-Michel Aulas mengatakan ia memiliki perasaan yang campur aduk terkait proyek tersebut.

Kedua tim abstain dalam pemungutan suara yang diadakan di Paris dan dihadiri 16 klub Ligue 1 dan 17 klub Ligue 2 seperti halnya Marseille. Saat itu terdapat persetujuan dengan suara bulat untuk gagasan proposal alternatif UEFA, kata Kepala Eksekutif LFP Didier Quillot. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT