Rusia-AS Sepakati Kerja Sama Tangani Konflik Suriah


Penulis:  (AFP/Tes/X-11) - 16 May 2019, 07:20 WIB
 (Photo by Pavel Golovkin / POOL / AFP)
  (Photo by Pavel Golovkin / POOL / AFP)
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di kediaman Bocharov Ruchei di Sochi pada 14 Mei 2019

RUSIA dan Amerika Serikat (AS) sepakat menyuarakan harapan yang lebih baik, termasuk kerja sama di Suriah. Hal itu terungkap dalam pertemuan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dengan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, di Sochi, Rusia.

Akan tetapi, kedua negara tersebut sekarang tengah menghadapi ketegangan dalam bentrokan akibat tudingan campur tangan Rusia pada pemilihan umum di Amerika Serikat.

Berlokasi di resor Sochi di kawasan Laut Hitam, pembicaraan berlangsung hampir 2 jam hingga larut malam. Dia menjadi orang AS berpangkat tinggi pertama yang bertemu dengan pemimpin Rusia dalam 10 bulan terakhir setelah pertemuan Putin-Trump di Helsinki.

"Saya sangat berharap kunjungan Anda ke Rusia dapat memberi manfaat terhadap hubungan Rusia-AS," ujar Putin kepada Pompeo di ruang konferensi yang tertata rapi. Dia menekankan hubungan kedua negara semestinya kembali pulih.

Pompeo yang menyerupai sebagian besar kelas politik AS telah menyampaikan kritik terhadap Putin. Dia mengatakan kedua negara menemukan bidang yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja sama.

Pompeo pun menyuarakan optimisme dalam mengurai kebuntuan di Suriah.

"Kami melakukan pembicaraan yang sangat produktif mengenai jalur progresif di Suriah. Sejumlah hal yang bisa kami lakukan bersama, dengan ada serangkaian kepentingan bersama untuk memajukan proses politik," jelas Pompeo kepada wartawan di bandara.

AS dan Rusia saat ini memang tengah berselisih di tengah perang saudara di Suriah yang berlangsung bertahun-tahun. Dalam hal ini, Rusia merupakan pendukung utama Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Pompeo menyatakan pihaknya dan Putin telah menyepakati beberapa langkah untuk bergerak maju, terutama terkait komite pimpinan Suriah yang telah lama menunda revisi undang-undang yang diharapkan mengakhiri konflik politik.

Diplomat utama AS juga menekankan AS dan Rusia turut menyoroti konflik di Afghanistan mengingat Presiden AS Donald Trump ingin menarik mundur pasukan AS.

Selain itu, keduanya membahas upaya diplomatik AS dalam negosiasi nuklir dengan Korea Utara.

Di sisi lain, di tengah menghangatnya hubungan Trump dengan Rusia, terdapat tudingan soal kampanyenya pada Pemilu AS 2016 dibantu kekuasaan asing sehingga berhasil mengalahkan Hillary Clinton.

Putin memuji hasil penyelidikan selama dua tahun yang dilakukan Robert Mueller bahwa tidak terdapat kolusi oleh tim kampanye Trump.

Pompeo sendiri mengakui masih ada perbedaan mendasar terkait dengan hasil pemilu. Dia lalu memperingatkan Rusia untuk tidak turut campur dalam pemilihan umum AS yang akan berlangsung tahun depan karena akan berpengaruh terhadap hubungan kedua negara. (AFP/Tes/X-11)

BERITA TERKAIT