Masyarakat jangan Mau Diprovokasi Elite


Penulis: Dero Iqbal Mahendra - 15 May 2019, 20:30 WIB
ANTARA
 ANTARA
Ketua Pemuda Muhammadiyah Sunanto 

KETUA Pemuda Muhammadiyah Sunanto mengungkapkan sikap rekonsiliasi atas suatu persoalan di masyarakat merupakan salah satu karakter dari bangsa Indonesia. Menurutnya tanpa ada sikap rekonsiliasi bangsa ini tidak mungkin menjadi bangsa kesatuan karena memiliki keragaman yang sangat banyak.

"Rekonsiliasi itu salah satu karakter bangsa. Kalau tidak ada hati dan keinginan menurunkan tensi ego sebagai anak bangsa, kemungkinan tidak akan ada persatuan," tutur Sunanto dalam diskusi dengan tema 'rekonsiliasi pascapemilu', di Jakarta, Rabu (15/5).

Ia menilai situasi Pemilu 2019 memang yang membuat munculnya polarisasi dua kubu yang menyebabkan pengentalan dalam polarisasi. Ke depannya, kata dia, hal tersebut harus dihindari, khususnya oleh partai-partai politik yang membuat produk UU Pemilu.

Menurutnya dalam situasi polarisasi yang mengental seperti sekarang ini, harapan terbesar ada pada akal sehat yang diharapkan banyak dimunculkan. Dia bilang, tanpa ada akal sehat dan memandang jernih situasi saat ini tidak akan ditemukan titik perdamaiannya.

Menurutnya model rekonsiliasi yang baik memang harus dipikirkan, agar yang menang tidak jumawa dan yang kalah tidak kecewa. "Tetapi harus memiliki kesadaran bahwa proses ini sudah dimulai secara bersama sama dan dijalani secara bersama sama juga."

Narasi persaudaraan, kata dia, tidak boleh hanya sebatas tingkatan elite. Narasi persaudaraan juga harus menyentuh ke tingkat masyarakat bawah.

"Kalau di atas (elite) membuat naraasi persaudaraan tetapi di bawah narasi perpecahan. itu tidak adil bagi publik yang sudah berbondong bondong, nanti publik juga yang harus berhadap-hadapan," ujar Sunanto.

Dia mengingatkan masyarakat jangan mau diprovokasi oleh para elite hanya demi bargaining dari kontestasi politik. "Ini kan narasi yang dibuat oleh elite untuk membenturkan masyarakatnya, dan publik harus paham jangan sampai menjadi alat barter politik dalam pertarungan ini," lanjut Sunanto. (A-3)
 

BERITA TERKAIT