14 May 2019, 12:47 WIB

Bank BJB Tanda Tangani Kerja Sama dengan Pemda Banten


mediaindonesia.com | Nusantara

Dok Bank BJB
 Dok Bank BJB
Perwakilan Bank BJB dan Pemprov Banten usai menandatangani kesepakatan kerja sama.

SEBAGAI salah satu perbankan yang telah menasional dan termasuk dalam jajaran 15 bank terbesar dari 115 bank di Indonesia, Bank BJB, saat ini, telah melengkapi dirinya dengan 2.011 jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia mulai dari Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, hingga Sulawesi.

Bank BJB juga telah memiliki 65 Kantor Cabang, 312 Kantor Cabang Pembantu, 342 Kantor Kas, 162 Payment Point, dan 1.430 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Bank BJB sebagai mitra kerja Pemerintah Daerah Kota dan Kabupaten di Wilayah Jawa Barat dan Banten terus berupaya melakukan peningkatan layanan dengan meluncurkan berbagai inovasi layanan untuk lebih mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran Pajak Daerah, dengan sistem layanan penerimaan setoran Pajak Daerah Kota dan Kabupaten Wilayah Jawa Barat dan Banten telah terintegrasi dengan sistem Bank BJB secara real time online dan wajib pajak dapat melakukan pembayaran Pajak Daerah melalui seluruh Jaringan Kantor dan Jaringan Elektronik Bank BJB di seluruh Indonesia sehingga tujuan target pendapatan daerah dari sektor Pajak Daerah dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

Dalam rangka meningkatkan potensi pendapatan daerah di seluruh Pemerintah Daerah di Indonesia khususnya di Provinsi Jawa Barat dan Banten, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak Pemerintah Daerah dan Bank BJB sebagai bank daerah untuk turut serta meningkatkan potensi pendapatan daerah dari sektor Pajak.

Baca juga: BJB Kerja Sama dengan Taspen Life

Pada Senin (13/5), di Pendopo Gubernur Banten, KPK memfasilitasi Pemerintah Daerah Kota dan Kabupaten di Wilayah Provinsi Banten bersama dengan Bank BJB untuk menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Optimalisasi Pendapatan Daerah dari Sektor Pajak Daerah dengan ruang lingkup perjanjian kerja sama ini meliputi sarana pemanfaatan jasa layanan perbankan Bank BJB serta pemasangan alat monitoring transaksi Pajak Daerah.

Penandatanganan perjanjian kerja sama itu dihadiri Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim, Pimpinan KPK Alexander Marwata, Komisaris Bank BJB Muhadi, Direktur Keuangan BJB Nia Kania, Direktur Konsumer dab Retail Bank BJB Suartini, serta seluruh kepala daerah Kabupaten dan Kota di Wilayah Provinsi Banten.
 
Dalam rangka optimalisasi dan transparansi Penerimaan Pajak Daerah, saat ini, Badan Pendapatan Daerah Kota/Kabupaten telah melakukan inovasi bersama Bank BJB dengan menerapkan sistem online dalam pemungutan pajak daerah.

Sistem pajak online ini mencakup sistem pelaporan (SPTPD online), sistem payment online, sistem monitoring (pengawasan) transaksi usaha secara online wajib pajak, administrasi perpajakan daerah, dan sistem perijinan yang terintegrasi.

Salah satu dari inovasi tersebut yaitu penyelenggaraan monitoring terhadap data transaksi usaha wajib pajak diperuntukkan kepada wajib pajak hotel, sestoran, hiburan, dan parkir.

Mekanisme kerja sistem ini adalah berupa pemasangan Alat Monitoring Data Transkasi Usaha secara Online (tapping box), alat itu bertujuan merekam dan menyimpan setiap data transaksi usaha wajib pajak, serta dimonitoring melalui dashboard (sistem monitoring) yang berada di Badan Pendapatan Daerah. Adapun pemasangan sistem ini disesuaikan dengan kondisi sistem yang dimiliki oleh Wajib Pajak.

Komitmen Bnk BJB sebagai pendorong laju pertumbuhan daerah selalu membuat Bnk BJB melakukan peningkatan, pada triwulan I 2019 Bank BJB mencatat laba bersih Rp421 Miliar dengan total aset sebesar Rp117,7 Trilliun, yang didorong dari pertumbuhan tabungan sebesar 8,8%, sehingga casa naik dari 46,3% menjadi 48,8% dengan total kredit yang berhasil disalurkan Bank BJB tercatat Rp.75,8 Triliun dan berhasil tumbuh sebesar 6,2% dimana kredit bermasalah (NPL) pada di level 1,68% lebih baik dibandingkan rasio NPL rata-rata industri perbankan yang sebesara 2,59%. (RO/OL-2)

BERITA TERKAIT