14 May 2019, 08:15 WIB

Atasi Sampah Plastik di Sungai, Pemerintah Gandeng Belanda


Dhika Kusuma Winata | Megapolitan

Dok KLHK
 Dok KLHK
Teknologi River Clean-Up System (RCS) dari Belanda

INDONESIA menggandeng Belanda dalam kerja sama riset dan penerapan teknologi River Clean-Up System (RCS) untuk membersihkan sungai-sungai di Indonesia dari sampah, khususnya sampah plastik. Pengoperasian satu alat RCS telah diresmikan di Cengkareng Drain, Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara.

Penggunaan alat RCS pada tahap awal rencananya akan digunakan untuk membersihkan 14 sungai yang ada di Jakarta.

Ditargetkan, akhir tahun, teknologi tersebut sudah bisa segera diterapkan di wilayah-wilayah yang mengalami pencemaran sampah plastik berat seperti Jakarta dan Bali.

"Kita ingin di banyak sungai dipasang alat RCS ini, misalnya seperti di Teluk Jakarta kita mungkin bisa gunakan juga beberapa dan itu akan sangat membantu membersihkan sampah plastik ke laut," Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan seusai melakukan peresmian RCS di Cengkareng Drain, Jakarta Utara, Senin (15/3).

Teknologi RCS berfungsi mengekstraksi sampah plastik yang mengalir di sungai. Sampah kemudian ditampung ke dalam kantong-kantong besar melalui conveyor belt, lalu dibawa ke tepi sungai dan diangkut ke tempat penampungan lalu dipilah untuk didaur ulang.

Baca juga: Volume Sampah Justru Naik saat Ramadan

Seluruh sistem RCS dioperasikan dengan tenaga listrik panel surya yang terpasang di atap RCS. Ada 14 belas kantong besar untuk menampung sampah. Isi kantung dan rotasi penggantiannya tergantung kepada aliran sungai, kecepatan, jumlah sampah dan jenisnya.

Dalam dua bulan pertama uji coba sistem, RCS akan beroperasi maksimal 8 jam sehari. Adapun kapasitas maksimalnya satu unit RCS bisa menangani sampah 30 ton per hari.

Menteri LHK Siti Nurbaya, yang turut hadir dalam peresmian, menambahkan alat RCS ini ke depan akan dikoordinasikan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk diadopsi dan diproduksi ulang secara masal di Indonesia.

Selain itu, kata Menteri Siti, pemerintah juga tengah memikirkan konsep pengolahan sampah yang telah terkumpul melalui RCS untuk disalurkan ke pelaku daur ulang.

Dengan pendekatan sirkular tersebut, diharapkan upaya pembersihan sampah plastik dapat berefek ganda lebih besar bagi masyarakat lokal.

"Yang penting juga, RCS ini akan diriset dulu. Ini alatnya dari Belanda belum buatan kita, nanti BPPT akan teliti," ujar Menteri Siti. (OL-2)

BERITA TERKAIT