Puan Digadang-gadang


Penulis: Akmal Fauzi - 14 May 2019, 07:35 WIB
MI/MOHAMAD IRFAN
 MI/MOHAMAD IRFAN
Puan Maharani

KETUA DPR Bambang Soesatyo memastikan partai pemenang Pemilu 2019 berhak menempatkan kadernya sebagai ketua DPR periode 2019-2024. Nama putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, pun paling santer disebut akan mengisi posisi itu.

Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, menekankan bahwa kursi ketua DPR merupakan jatah partai pemenang pemilu sesuai dengan ketentuan dalam UU No 2/2018 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). "Sesuai dengan UU MD3 kita kan sudah sepakat ketua DPR itu adalah pemenang pemilu," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Jelang akhir masa tugas DPR periode 2014-2019, Bamsoet menjamin tidak akan ada perubahan regulasi pengisian jabatan ketua DPR. "Karena sayalah yang mengegolkan dan mengubah UU itu agar pemenang pemilu langsung jadi ketua DPR."

Mengenai posisi wakil ketua DPR, jelas Bamsoet, sesuai dengan UU MD3 akan ditempati perwakilan partai dengan perolehan suara terbanyak selanjutnya. Berdasarkan hasil real count KPU, PDIP dipastikan menjadi partai pemenang Pemilu 2019. PDIP juga mendulang suara terbanyak di Pemilu 2014, tetapi mereka tak mendapatkan jatah kursi ketua DPR. Saat itu kursi pimpinan DPR dikuasai partai-partai Koalisi Merah Putih.

Kini, berdasarkan ketentuan di UU MD3, PDIP bakal mendapatkan haknya dan Puan sebagai kandidat terkuat menjadi ketua DPR. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu dipastikan lolos ke Senayan dengan perolehan suara sangat besar di Dapil Jawa Tengah V.

Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah mengakui Puan memang paling berpeluang menjadi ketua DPR. Pertimbangannya, dia sangat matang dengan menjadi anggota dewan tiga periode, pernah menjadi Ketua Fraksi PDIP di DPR 2009-2014, dan berpengalaman di pemerintahan.

Puan, imbuh Basarah, juga memiliki legitimasi sangat kuat sebagai ketua DPR karena perolehan suara-nya di pileg amat meyakinkan. Dia memecahkan rekor terbanyak yakni di atas 420 ribu suara. "Namun, keputusan akhir tentang siapa yang akan ditugaskan menjadi ketua DPR dari PDIP tetap tergantung hak prerogatif dan keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri."

Ketua DPP PDIP Andreas Pareira mengamini bahwa Puan paling pantas menjadi ketua DPR. "Mbak Puan, dengan pengalaman di legislatif dan di eksekutif sebagai menko tentu sangat pantas," ucapnya.

Partai NasDem mendukung apa pun keputusan PDIP terkait penunjukan ketua DPR. Ketika disinggung nama Puan, Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate menilai yang bersangkutan cukup kredibel menempati posisi itu. "Puan kan meraih suara terbesar di Indonesia dalam pileg kali ini. Jadi, saya pikir dia tokoh yang mumpuni," paparnya.

Johnny mengungkapkan NasDem sama sekali tidak mempermasalahkan DPR dipimpin perempuan jika memang nantinya Puan menjabat sebagai ketua. Bahkan, dia membuka peluang bila ketua MPR juga diisi perempuan. "Dan NasDem mempunyai tokoh-tokoh yang juga layak menjadi pimpinan MPR."

Tantangan serius

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai dengan segala kekuatan dan kewenangan sebagai parpol yang meraih suara terbanyak di Pemilu 2019, sangat mungkin PDIP akan menempatkan Puan sebagai ketua DPR. "Dengan kekuatan PDIP dan dinamika internal partai, saya melihat tidak ada pilihan lain selain Puan yang bisa menjabat sebagai ketua DPR," tandasnya.

Lucius menambahkan, Puan merupakan sosok yang sangat mungkin paling dipercaya Megawati. Dia berharap Puan nantinya dapat memberikan teladan yang baik ketika sudah menjabat sebagai ketua DPR sehingga mampu membawa dampak positif bagi sesama anggota DPR.

"Tantangan serius nanti, apakah dia mampu mentransformasikan dirinya sebagai pimpinan lembaga pengontrol pemerintah atau justru membuat DPR melemah karena kedekatannya dengan pemerintah, dalam hal ini presiden," papar Lucius. (Uta/Cah/Des/X-8)

BERITA TERKAIT