02 hanya Unggul di Dua Provinsi


Penulis: Insi Nantika Jelita - 13 May 2019, 07:55 WIB
MI/ PIUS ERLANGGA
 MI/ PIUS ERLANGGA
Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi (tengah) bersama anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar (kedua dari kanan) menunjukkan formulir DC1 

HINGGA tadi malam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah merampungkan rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional untuk 8 provinsi. Dari kedelapan provinsi itu, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin memenangi perolehan suara di 6 provinsi dengan selisih suara 2,6 juta suara dari rival mereka.

Delapan provinsi yang telah mendapat pengesahan rekapitulasi oleh KPU yang dimulai Jumat (10/5) itu meliputi Bali, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Bengkulu, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya mampu meraih kemenangan di dua provinsi, yakni Kalimantan Selatan dan Bengkulu.

Di Kalsel, Prabowo-Sandiaga mendapat kemenangan cukup telak dengan perolehan suara 1.470.163 atau 64%. Namun, di Bengkulu, paslon 02 unggul tipis dengan 585.999 suara berbanding 583.488 suara yang diperoleh Jokowi-Amin.

Sementara itu, Jokowi-Amin meraih kemenangan di Bali, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, dan Gorontalo. Hingga berita ini diturunkan, proses rekapitulasi nasional masih berlangsung dengan rapat pleno pemilihan legislatif untuk Provinsi Kalimantan Barat. Dalam penghitungan pemilu legislatif di tingkat nasional untuk tujuh provinsi, belum termasuk Kalimantan Barat, PDIP memimpin dengan perolehan 2.364.250 suara, disusul Golkar 1.311.903 suara, Gerindra 811.178 suara, NasDem 779.534 suara, PKS 459.252 suara, Demokrat 444.739 suara, dan PAN 441.323 suara.

Berikutnya, PKN dengan 435.459 suara, PPP 381.828 suara, Perindo 191.408, Berkarya 178.251 suara, Hanura 158.088 suara, PSI 114.573 suara, PBB 80.795 suara, Garuda 40,819 suara, dan PKPI 24,635 suara.

Rapat pleno kemarin dibuka KPU dengan mengheningkan cipta. Awalnya, salah satu peserta sidang meminta Komisioner KPU Ilham Saputra agar memulai sidang dengan mengheningkan cipta terlebih dahulu untuk menghargai petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pascapemungutan suara Pemilu 2019.

"Sebelum memulai acara mari mengheningkan cipta untuk para pahlawan demokrasi dan berdoa bagi petugas KPPS, Pengawas Bawaslu (yang wafat), mari berdoa dan mengheningkan cipta," ungkap Ilham di Ruang Sidang KPU, Jakarta.

DIY dan NTT menyusul

KPU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah merampungkan dan megesahkan hasil penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat provinsi, Sabtu (11/5). Selanjutnya, KPU DIY akan mengikuti rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional.

"Kami sudah mendaftar mengikuti rekapitulasi nasional untuk hari Senin," kata Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan.

Hamdan mengatakan rekapitulasi berjalan lancar, tidak ada yang sampai walk out. Keberatan yang disampaikan saksi dan pengawas pemilu menjadi hal biasa dan bisa diselesaikan di dalam proses rekapitulasi.

KPU Nusa Tenggara Timur (NTT) juga telah merampungkan proses rekapitulasi tingkat provinsi, kemarin. Dari hasil itu, Partai NasDem NTT berhasil menambah dua kursi di DPR RI dari periode sebelumnya yang hanya satu kursi. Tiga calon anggota legislatif dari NasDem yang melenggang ke Senayan meliputi Johnny Plate yang merupakan petahana, Kristiana Muki, dan Ratu Wulla. (AT/PO/P-2)

BERITA TERKAIT