11 May 2019, 11:45 WIB

Dianiaya, Kondisi Kasatreskrim Polres Wonogiri masih Koma


Widjajadi | Nusantara

Ist
 Ist
Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko A Dahniel menjenguk Kasat Reskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya, yang masih kritis di ICU RS Dr Oen Solo

KAPOLDA Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel berhasil mendamaikan pertikaian antara pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Winongo di kabupaten Wonogiri, seusai mempertemukan tokoh puncak kedua perguruan silat itu di Kantor Polresta Surakarta.

Dua tokoh puncak yang dipertemukan itu ialah Ketua Umum PSHT R Moerdjoko Hadi Wijoyo dan Ketua Umum Winongo Agus Wiyono Santoso.

Pada saat yang sama, Polres Wonogiri masih mendalami kasus penganiayaan terhadap Kasatreskrim AKP Aditya Mul­ya Ramdhani ketika berusaha membubarkan konvoi dan perusakan Tugu Winongo di kawasan Sidoharjo, Rabu (8/5). Saat ini, kondisi mantan Kapolsek Pasar Kliwon itu masih tidak sadar, dan menjalani perawatan intensif di ICU RS Dr Oen Solo Baru.

Kapolres Wonogiri AKB Uri Nartanti Istiwidayati menegaskan yang terjadi di Wonogiri itu bukan bentrokan antardua perguruan silat PSHT dan Winongo. Namun, konvoi ribuan massa perguruan PSHT yang berlanjut perusakan Tugu Winongo di wilayah Kecamatan Sidoharjo.

Informasi yang diperoleh Media Indonesia, tiga pesilat PSHT sempat diamankan Polres Wonogoiri. Namun, kemudian dua orang dari Paranggupito dilepas karena tidak ada bukti kuat dalam peng­aniayaan terhadap Adit-ya. Sementara itu, satu lagi pesilat PSHT dari Solo, masih ditahan.

Uri tidak memberi pene­gasan terkait penanganan tiga pesilat dan kemudian dua di antaranya dilepas. Ia hanya menyatakan, pihaknya kini sedang mendalami kasus tersebut.

Masih terkait kondisi Kasat­reskrim Polres Wonogiri AKP Aditya yang masih koma di ruang perawatan ICU RS Dr OEN Solo Baru, membuat istrinya sangat khawatir hingga berkeinginan memindahkan ke rumah sakit di Singapura.

Aditya mengalami luka pa-rah di bagian kepala yang membuatnya koma akibat penganiayaan. “Suami (Aditya) sejak Kamis (9/5) masih belum sadarkan diri di ruang ICU RS Dr Oen Solo Baru,” tutur  Dewi, istri Aditya, di rumah sakit, kemarin.

Keterangan yang dia peroleh menyebutkan luka berat di bagian kepala itu membuat suaminya koma. Tindakan medis berupa operasi untuk mengatasi pendarahan otak telah dilakukan Tim Medis RS Dr OEN Solo Baru. (WJ/N-1)

BERITA TERKAIT