Penjualan Otomotif Nasional Tertekan


Penulis: Sidik Pramono - 10 May 2019, 07:30 WIB
MI/AGUS M
 MI/AGUS M
Marketing CR Division Head AI-DSO Hendrayadi Lastiyoso (kiri), Marketing Director PT ADM Amelia Tjandra (tengah), dan Corp Planning & Commun

PENJUALAN otomotif nasional di kuartal pertama 2019 tertekan. Hal itu tidak lepas dari ketidakpastian perekonomian di tahun politik serta dampak penurunan harga komoditas.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel otomotif nasional sepanjang Januari-April 2019 mencapai 340.118 unit atau turun 11,8% ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Selama Januari hingga April 2019, penjualan Daihatsu mencapai 60.706 unit atau turun 6,4% jika dibandingkan dengan periode sama di 2018.

Meskipun penjualan turun, Daihatsu meraih pangsa pasar 17,8%, sedikit di atas target awal sebesar 17%. Pada periode yang sama tahun lalu, pangsa pasar Daihatsu sebesar 16,8%.

"Walaupun penjualan turun sedikit, kami masih bersyukur karena penurunan kami masih lebih baik daripada penurunan pasar. Kami mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang telah memilih Daihatsu sebagai kendaraan mereka," tutur Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra saat acara buka puasa manajemen Daihatsu bersama jurnalis di Jakarta, kemarin.

Hadir pada kesempatan itu Marketing and CR Division Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso dan Corporate Planning and Comunication Division Head ADM Elvina Afny.

Amelia menjelaskan lesunya pasar otomotif nasional setidaknya dipicu tiga hal.

Pertama, bujet infrastruktur dari pemerintah sudah habis dan menunggu proyek selanjutnya dari pemerintahan hasil Pemilu 2019.

Kedua ialah harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) dunia yang masih rendah, dan ketiga, harga batu bara yang masih lesu.

"Jadi banyak faktor. Pemilu hanya melihat satu faktor, yakni menunggu kepastian Oktober mendatang. Semoga nanti, setelah ada pemerintah baru, ada stimulus-stimulus positif sehingga pasar otomotif bergairah kembali," ujarnya.

Elvina menjelaskan penjualan ritel Daihatsu masih didominasi Sigra dengan penjualan 16.860 unit (27%), diikuti Gran Max Pick Up sebanyak 12.065 unit (19,9%), Terios sebesar 8.698 unit (14,3%), Xenia sebanyak 8.566 unit (14,1%), Ayla sebanyak 8.140 unit (13,3%), Gran Max Minibus sebanyak 4.739 unit (7,8%), serta gabungan Luxio, Sirion, dan Hi-Max sebesar 1.638 unit atau memberi kontribusi 2,7%.

Momen Idul Fitri

Hendrayadi mengatakan, menjelang Idul Fitri, biasanya permintaan untuk produk baru meningkat sekitar 5%-10%.

Ia optimistis menjelang Lebaran, pasar otomotif akan semakin baik. Walaupun tidak memiliki produk baru yang diperkenalkan ke publik, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah strategi seperti mempergencar aktivitas promosi.

"Kami tetap lakukan aktivitas promosi yang cukup gencar. Kami undang customer datang ke showroom, menggelar showroom event dan memberi paket kredit yang menarik," tutur Hendrayadi.

Tahun lalu, Toyota memimpin penjualan otomotif nasional walaupun volume penjualan dan pangsa pasarnya turun. Toyota meraih 356.063 unit, turun dari 370.015 unit di 2017.

Daihatsu berada di urutan kedua. Daihatsu menutup 2018 dengan penjualan total sebanyak 200.178 unit, melonjak drastis dari tahun sebelumnya yang sebesar 185.240.

Torehan tersebut merupakan prestasi tersendiri bagi Daihatsu karena menjadi runner-up dalam penjualan otomotif di Tanah Air selama 10 tahun berturut-turut. (E-1)

BERITA TERKAIT