08 May 2019, 09:11 WIB

Bertemu Sekjen PBB, Menlu Retno Bahas Situasi di Gaza


mediaindonesia.com | Internasional

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guteress untuk membahas situasi terkini di Jalur Gaza.

Pertemuan antara Menlu dan Guterres berlangsung di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (7/5) pagi waktu setempat.

Sebelum bertemu Guterres, Menlu RI mengatakan dirinya telah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Nickolay Mladenov, Utusan Khusus PBB untuk Proses Perdamaian di Timur Tengah yang saat ini berada di Jerusalem.

Berdasarkan laporan Metro TV dari markas PBB di New York, Mladenov dan Menlu RI bertukar pikiran serta berdiskusi soal gencatan senjata terbaru yang sedang diberlakukan di Jalur Gaza.

Menlu RI mengatakan sebagai negara yang memliki perhatian yang sangat khusus terhadap Palestina. Apalagi saat ini sebagai Presiden DK PBB, Indonesia merasa perlu menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak yang ingin membantu meredakan ketegangan di Jalur Gaza.

Baca juga: Diplomasi Batik Warnai Sidang Dewan Keamanan PBB

Sebelumnya Senin (6/5), Menlu juga telah bertemu Perwakilan Tetap Mesir untuk PBB Duta Besar Mohamed Edrees.

“Dan, saat ini, kita (Indonesia dan Mesir) duduk di DK PBB. Kita melakukan compare notes tentang peran apa yang bisa diambil untuk berkontirbusi agar situasi di Gaza tidak memburuk," ucap Menlu RI.

Ia juga mengatakan sebagai negara sahabat, Mesir memiliki peran untuk berkontribusi dalam rekonsiliasi antara kelompok Hamas dan Fatah. Hamas adalah kelompok penguasa di Jalur Gaza, sementara Fatah adalah faksi yang menguasai Otoritas Palestina.

Rencananya, Kamis (9/5), di bawah keketuaan Indonesia, DK PBB akan membahas isu Palestina terkait permukiman ilegal yang didirikan Israel.

Militer israel dan Palestina telah sepakat memberlakukan gencatan senjata di Jalur Gaza pada Senin (6/5).

Dengan dimediasi Mesir, gencatan senjata disepakati usai Isarel dan militan Palestina di Gaza sempat terlibat adu serang yang menewaskan sedikitnya 23 orang. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT