07 May 2019, 02:10 WIB

Gencatan Senjata Dimulai di Wilayah Gaza


MI | Internasional

PARA pemimpin Palestina di Gaza kemarin menyepakati gencatan senjata dengan Israel. Langkah itu bertujuan mengakhiri eskalasi kekerasan yang mematikan dan berpotensi meluas ke arah perang.

Berdasarkan informasi seorang pejabat Hamas dan kelompok sekutu lainnya, Mesir telah menjadi perantara perjanjian yang menghentikan perselisihan itu. Seorang juru bicara militer Israel enggan mengomentari kesepakatan tersebut. Akan tetapi, tidak terjadi lagi tembakan roket dari Gaza atau serangan Israel pascaperjanjian berlaku.

Kesepakatan itu muncul setelah terjadinya konflik paling panas antara Israel dan militan Palestina di Gaza, setidaknya sejak perang 2014.

Eskalasi dimulai pada pekan lalu dengan tembakan roket dari Gaza. Tindakan itu memicu serangan balasan Israel. Sebanyak 23 warga Palestina dilaporkan tewas, termasuk bayi dan perempuan. Di lain sisi, warga Israel yang tewas diketahui sekitar 4 orang.

Kelompok Palestina di Gaza menuduh Israel tidak mengambil langkah untuk menghilangkan blokade seperti dijanjikan dalam gencatan senjata sebelumnya. Sementara itu, pejabat Jihad Islam menyatakan perjanjian gencatan senjata baru dibuat berdasarkan pada kebijakan Israel yang berjanji mengurangi blokade. Langkah yang dimaksud mencakup pelonggaran pembatasan penangkapan ikan dan peningkatan suplai listrik dan bahan bakar di Gaza.

Israel dan gerilyawan Palestina di Gaza sudah terlibat konflik senjata sebanyak tiga kali sejak 2008. Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan pihaknya memerintahkan militer untuk melanjutkan serangan besar-besaran pada berbagai elemen teror di Jalur Gaza. Sementara itu, pemimpin Hamas, Ismail Haniya, mengatakan upaya mengembalikan keadaan tenang ialah keniscayaan dengan catatan Israel berkomitmen untuk gencatan senjata sepenuhnya.

Israel mengklaim serangan dari pihaknya sebagai tanggapan terhadap Hamas dan Jihad Islam yang menembakkan 690 roket atau mortir di wilayah perbatasan sejak Sabtu (4/5). Serangan balasan Israel itu antara lain menghantam gedung yang dihuni kantor berita Anadolu milik Turki.

Pertahanan udara Israel berhasil mencegat lebih dari 240 serangan roket. Selain menimbulkan korban tewas dan luka, serangan roket berulang kali memicu alarm serangan udara di wilayah selatan Israel. Penduduk berlarian ke tempat perlindungan dan banyak permukiman warga yang rusak. Tercatat 35 roket jatuh di perkotaan. (AFP/Tes/X-11)

BERITA TERKAIT