03 May 2019, 12:15 WIB

Penerapan B30 akan Pangkas Impor Bahan Bakar 57 Juta Barel


Andhika Prasetyo | Ekonomi

ASOSIASI Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) memproyeksikan penerapan biodiesel dengan kandungan 30% minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) atau B30 akan mampu menghemat impor bahan bakar minyak hingga 57 juta barel.

Hitungan tersebut didapat dari target penggunaan B30 yang mencapai 7,8 juta ton atau 9 miliar liter atau setara 57 juta barel pada 2020 mendatang.

"Satu barel itu setara 158 liter. Jadi tinggal dibagi saja. Kalau kita serap 9 miliar liter, itu setara 57 juta barel," jelas Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan melalui keterangan resmi, Jumat (3/5).

Dengan kondisi neraca dagang yang defisit karena membengkaknya impor bahan bakar, tentu program B30 bisa menjadi harapan baru untuk memperbaiki neraca perdagangan.

Baca juga: Uji Coba B30 Ditarget Selesai September

Sedianya, penggunan B30 secara masif di dalam negeri tidak hanya bermanfaat dari sisi penghematan impor. Kebijakan tersebut juga akan mengangkat harga CPO di level global.

Pasalnya, dengan penggunaan yang besar di dalam negeri, otomatis stok untuk diekspor akan berkurang. Pasokan yang sedikit akan membuat negara-negara pengguna CPO berebut dan membuat harga menjadi tinggi.

"Jadi dengan kebijakan ini kita bisa dapat dua manfaat sekaligus," tuturnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT