03 May 2019, 07:45 WIB

Partai Nasionalis Terus Berkibar


Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum

MI/Susanto
 MI/Susanto
Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ardian Sopa

PENELITI Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ardian Sopa mengatakan, sejak era reformasi partai bernapas keagamaan belum bisa berbicara banyak di pemilihan legislatif.

Menurutnya, partai nasionalis masih mempunyai kekuatan untuk memenangi pileg. "Sejak reformasi tidak ada partai Islam yang menjadi pemenang. Pemenangnya ialah PDIP, Golkar, dan Demokrat," kata Ardian di Jakarta, kemarin.

Meski demikian, ia mengatakan, hingga saat ini memang ada fenomena naiknya suara dari partai yang bernapaskan Islam, seperti PKS dan PAN. Akan tetapi, yang ditonjolkan bukanlah agama secara identitas, melainkan spirit yang dibawa partai tersebut.

"Kenapa, misalnya, PAN dan PKS muncul, karena dia bukan mengumumkan partai Islamnya, tapi program yang ia munculkan. Bukan pada image membela umat karena semua orang juga bisa. Jadi, bukan nilai sakralnya. PKS muncul karena profesional, bersih, dan peduli," ungkap Ardian.

Ardian mengatakan, di samping nilai agama, masyarakat cenderung melihat rekam jejak dari parpol sehingga ia menilai politik aliran berbasis keagamaan tidak secara langsung memberikan keuntungan elektoral.

Partai bernapas agama menjadi ketinggalan karena partai nasionalis konsisten mengedepankan spirit nasionalis dan merakyat. Akan tetapi, ia menyadari tentu dengan nilai agama menjadi nilai lebih di mata masyarakat.

"Kenapa PDIP unggul? Karena mereka dianggap konsisten, merakyat, nasionalis. Pun Gerindra masih unggul, selain faktor Prabowo, tapi juga dianggap memperjuangkan adil dan makmur," tutur Ardian.

Di sisi lain,  LSI Denny JA  menyimpulkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul di 21 provinsi, sedangkan Prabowo Subianto-Sandiga Uno unggul di 13 provinsi. Hal itu berdasarkan data yang masuk sebanyak 100% dalam hitung cepat lembaga tersebut. (Faj/X-4)

BERITA TERKAIT