02 May 2019, 19:40 WIB

TunaiKita Ajak UMKM dan Startup Fokus Menjadi Korporasi


mediaindonesia.com | Nusantara

Ist
 Ist
Head Of Corporate Affairs TunaiKita, Yos Kusuma dalam acara Startup Talk di Bandung, Kamis (2/5).

PT Digital Tunai Kita, sebagai penyelenggara aplikasi teknologi finansial TunaiKita yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hari ini, hadir di Kota Bandung untuk berbagi pengalaman dalam acara startup talk bertajuk 'Road to Industry 4.0'.

Seminar ini digagas oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung bersama dengan OJK Jawa Barat, dan Cubic Coworking Space di Hotel Savoy Homann Bandung, Jawa Barat.

Ketika didirikan pada Mei 2017 di Jakarta, dan saat pembukaan kantor cabang di Bandung, TunaiKita sangat terbantu dengan proses perizinan pemerintah dan OJK yang akomodatif.

Selain itu, ruang kerja bersama menjadi alternatif pada awal kegiatan operasional. Hasilnya, TunaiKita mampu fokus mendukung program pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan.

Sejalan dengan semangat industri 4.0, TunaiKita memanfaatkan teknologi machine learning dan big data dalam proses underwriting, sehingga pelanggan bisa memperoleh pinjaman tunai sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan untuk membayar kembali.

 

Baca juga: Untuk Pemulihan, Jalur Pendakian ke Gunung Ciremai Ditutup

 

"TunaiKita secara aktif telah melakukan perluasan layanan ke berbagai daerah di Indonesia, untuk menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan pinjaman cepat dan mudah dari lembaga keuangan yang kredibel," jelas Andry Huzain, Direktur TunaiKita, di Bandung, Kamis (2/5).

Saat ini, TunaiKita tengah bertransformasi menjadi perusahaan layanan jasa keuangan berbasis teknologi informasi dengan lebih dari 360 karyawan, kantor di 7 kota, serta melayani pelanggan di 159 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Mengakhiri paparan dalam acara startup talk, Head Of Corporate Affairs TunaiKita, Yos Kusuma, menyampaikan, pelaku usaha UMKM serta pegiat usaha rintisan (startup) sebaiknya tidak menunda dalam mengurus perizinan resmi ke pemerintah, supaya bisa fokus dalam mengembangkan usahanya. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT