30 April 2019, 15:35 WIB

Ikatan Alumni Teknik Sipil Unpar Gelar Seminar Konstruksi Era 4.0


mediaindonesia.com | Humaniora

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,Mochamad Basoeki Hadimoeljono, membuka seminar konstruksi bertemakan 'Indonesia Construction Conference on Construction 4.0: The Wake Up Call in Construction Industry' (Inacons)' di Hotel Mulia Jakarta, hari ini.

Seminar itu diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan (IATS Unpar) dan dihadiri oleh para profesional pelaku industri konstruksi nasional dan internasional. Konferensi ini merupakan bentuk 'wake up call' bagi semua pemangku kepentingan di industri konstruksi agar dapat bersama memajukan sektor ini sejalan dengan perkembangan industri 4.0.

Ketua IATS Unpar, Andreas Pramudya, mengatakan, momen itu sekaligus memperkenalkan circle construction community, sebuah komunitas konstruksi yang digagas oleh IATS Unpar agar dapat menjadi wadah bagi semua proses transformasi yang sedang terjadi di dunia konstruksi dengan membawa semangat 4C: communication, collaboration, creativity dan critical thinking.

Hendrik Gosal, Ketua Circle Construction Community sekaligus Ketua Panitia Inacons 2019, menjelaskan, konstruksi merupakan salah satu sektor industri terbesar di dunia yang nilainya setara dengan 13% GDP global, persentase yang kurang lebih sama dengan kontribusi industri konstruksi nasional terhadap GDP Indonesia.

"Transformasi digital yang terjadi di industri konstruksi berjalan sangat lambat jika dibandingkan dengan industri lainnya. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk menghadirkan sebuah konferensi sebagai bentuk kepedulian kami terhadap industri konstruksi nasional dalam melakukan proses transformasi digital ini," ujarnya.


Baca juga: Hardiknas,Momentum Penguatan Karakter Lawan Intoleransi


President Director PT Wijaya Karya Beton, Hadian Pramudita, memaparkan, menyongsong era digitalisasi, industri jasa konstruksi harus segera berbenah untuk melakukan perubahan.

"Cara kita dalam merespons perubahan ini akan menentukan wajah industri konstruksi nasional ke depan," katanya.

Indonesia Construction Conference merupakan konferensi sehari penuh yang mengetengahkan identifikasi, tantangan, dan peluang dalam era transformasi digital termasuk praktik-praktik yang sedang dan sudah dilakukan oleh beberapa pelaku industri konstruksi.

Pembicara-pembicara yang turut hadir antara lain dari Boston Consulting Group, Driver Trett Singapore, Monnit Korea Co Ltd, Taylor Thomson Whitting Sydney, Floth Australia, PT Wijaya Karya Beton, PT Wijaya Karya dan PT MRT Jakarta.

"Konferensi ini adalah wadah untuk edukasi dan berbagi pengalaman dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 melalui pembicara yang kompeten di bidangnya. Kami berharap para pemangku kepentingan dalam industri konstruksi nasional dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi era transformasi digital," pungkas Hendrik. (RO/OL-9)

BERITA TERKAIT