01 May 2019, 03:45 WIB

Pendapatan Google Turun, Saham Juga Kena Imbas


Ellavie Ichlasa Amalia | Teknologi

 Lionel BONAVENTURE / AFP
  Lionel BONAVENTURE / AFP
Pendapatan Google turun. 

KEUNTUNGAN Alphabet, perusahaan induk Google, mengalami penurunan, lebih rendah dari perkiraan analisis. Salah satu penyebabnya adalah denda yang dikenakan oleh Uni Eropa. Ini menyebabkan nilai saham Alphabet turun.
 
Pada kuartal ini, Alphabet melaporkan pendapatan bersih USD6,7 miliar, turun dari USD9,4 miliar pada tahun lalu. Padahal, penghasilan Alphabet naik menjadi USD36,3 miliar.
 
Google dikenakan denda EUR1,5 miliar oleh Komisi Eropa pada Maret karena jaringan iklan AdSense dianggap telah melanggar peraturan kompetisi Uni Eropa.

Walau denda itu adalah salah satu penyebab turunnya pendapatan bersih Alphabet, pendapatan perusahaan akan tetap turun tanpa denda itu. Pengeluaran ekstra Alphabet datang karena mereka mempekerjakan banyak pekerja baru.
 
Total pekerja mereka naik 4.000 orang menjadi 103.459 orang pada tahun ini. Kemungkinan, kenaikan jumlah pegawai mereka lebih tinggi itu, karena mereka tidak melaporkan tentang kontraktor mandiri.
 
Pendapatan Alphabet naik 17 persen. Kenaikan pendapatan Alphabet telah mengalami perlambatan. Pada periode yang sama tahun lalu, kenaikan pendapatan Alphabet mencapai 26 persen, menurut laporan The Telegraph.
 
Sejak Februari, harga saham Alphabet terus naik. Wall Street Journal memperkirakan, harga saham Alphabet akan terus naik. Namun, pada hari Senin, harga saham Alphabet justru turun setelah mereka melaporkan laporan keuangan mereka.
 
Chief Financial Officer, Ruth Porat menyebutkan bahwa ada pertumbuhan signifikan dalam bisnis mobile search mereka serta YouTube dan layanan cloud. "Kami tetap fokus dan senang dengan pertumbuhan yang signifikan di bisnis-bisnis ini," katanya.
 
Secara total, pendapatan Alphabet dari iklan -- yang selama ini menjadi pendapatan utama Google -- naik dari akhir 2018, menghapuskan kekhawatiran bahwa para pengiklan menggunakan dana mereka ke pesaing Google, Amazon.
 
Namun, pertumbuhan pada kuartal pertama tahun ini mengalami perlambatan. Salah satu alasannya adalah turunnya iklan pada YouTube, ungkap Porat. Dia menambahkan, YouTube kini memang sedang berusaha untuk meningkatkan kualitas video dan keamanan penggunanya di platform tersebut.
 
Porat menyebutkan, salah satu alasan turunnya pertumbuhan pendapatan adalah turunnya klik di YouTube setelah Alphabet memutuskan untuk menghapus video berisi informasi palsu dan "konten yang berbahaya."
 
Keadaan ini mungkin akan memburuk, mengingat CEO Google mengatakan bahwa mereka masih akan melakukan berbagai perubahan.
 
Fitur baru di YouTube mungkin akan menenggelamkan video populer yang berpotensi membahayakan masyarakat. Ini menyebabkan penurunan jumlah pengguna dan view.(medcom/OL-9)
 

 

BERITA TERKAIT