Ratusan Perempuan Banyuwangi Berkebaya Gowes Sepeda


Penulis: Usman Afandi - 27 April 2019, 18:15 WIB
ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/
 ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/
 Peserta dengan busana kebaya mengayuh sepeda pada Banyuwangi Woman Cycling Challenge di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (27/4/2019)

SPORT tourism kini menjadi salah andalan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur untuk menarik wisatawan lokal maupun dari luar daerah. 

Salah satu yang digagas dan dilaksanakan oleh Pemkab Banyuwangi, pada (Sabtu 27/4)  ialah dengan menggelar kompetisi balap sepeda, Women's Cycling Challenge. 

Kompetisi balap sepeda Women's Cycling Challenge tersebut dikemas secara unik dengan adanya peserta perempuan yang mengenakan kebaya.

Kompetisi itu diikuti oleh ratusan perempuan warga Banyuwangi dan ada peserta dari daerah lain seperti Malang, Situbondo dan Bondowoso. 

Mereka akan menempuh jarak sekitar 2,4 kilo meter mengelilingi wilayah Kota Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya saat melepas peserta di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi mengatakan  event ini digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Kartini.

"Untuk mengingatkan masyarakat bahwa kita punya wanita-wanita hebat yang berprestasi. Di samping itu juga untuk menumbuhkan kepada masyarakat akan arti pentingnya berolahraga," ujar Bupati Anas dalam sambutannya, Sabtu (27/4).

 

Baca juga: 507 Perempuan Mengukir Bersama Pecahkan Rekor MURI

 

Women's Cycling Challenge ini secara keseluruhan melombakan kategori yakni Fun Ride dan Challenge Ride. Dalam Fun Ride diadakan kategori khusus yakni Kebaya Ride. Pada kategori ini diberikan hadiah bagi pesepeda yang mengenakan kostum kebaya unik dan menarik.

Secara khusus Bupati Anas menambahkan Women's Cycling Challenge 2019 ini merupakan bagian dari 99 gelaran pariwisata yang ada di Banyuwangi sekaligus.

"Selain untuk menggugah kesadaran masyarakat terhadap pentingnya berolahraga  kegiatan ini juga membawa efek kepariwisataan," ujarnya.

Anas juga berharap munculnya komunitas-komunitas seperti keolahragaan atau apapun di Banyuwangi dipastikan  bisa mendukung pengembangan pariwisata di Bumi Blambangan ini.

Meski baru kali pertama event ini diselenggarakan, Anas mengharapkan dari kelompok kecil, komunitas, akan memberi dampak luas seperti keolahragaan masyarakat dan pariwisata.

"Yang juga perlu dijaga ialah konsistensinya. Ke depan Banyuwangi bisa menjadi salah satu tujuan  untuk pehobi bersepeda. Targetnya banyak orang datang ke Banyuwangi dan hal itu bisa menghidupkan perekonomian warga," pungkasnya.

Salah seorang peserta, Yuni, mengaku senang dengan kegiatan semacam ini.

"Event ini bagus yang bisa mendorong  wanita untuk terus berprestasi dan terlibat ke segala kegiatan sekaligus mendorong untuk berolahraga," ujarnya. (A-5)

BERITA TERKAIT