26 April 2019, 02:15 WIB

32 Begonia Jenis Baru Dipamerkan


(DD/H-3) | Humaniora

Dok.LIPI
 Dok.LIPI
Dua tanaman langka yang berhasil dikembangbiakkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPi), yakni Rafflesia Fatma dan Begonia Lovely Jo. 

INDONESIA dikenal sebagai pusat keragaman marga tanaman begonia. Kebun Raya Bogor (KRB) pun memamerkan ­penemuan 32 jenis baru tumbuhan begonia yang telah diterbitkan dalam 21 publikasi ilmiah internasional.
“Temuan baru itu didapat dari hasil ekspedisi dan penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dalam kurun 10 tahun terakhir,” kata Wisnu Handoyo Ardi, peneliti Begonia Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI di Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/4).

Ia menerangkan, Indonesia diperkirakan memiliki lebih dari 400 jenis begonia dari total 1.924 jenis yang terdapat di kawasan tropis di dunia. Begonia-begonia itu tersebar di Sumatra hingga Papua.

Di Sumatra, sambung Wisnu, terdapat 63 jenis begonia, Kalimantan (termasuk Sabah dan Sarawak) 197 jenis, Jawa 14 jenis, Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 13 jenis, Sulawesi 51 jenis, Kepulauan Maluku 9 jenis, dan Papua sekitar 80 jenis.

Begonia termasuk keluarga tanaman berbunga Begoniaceae. Fisiknya mudah dikenali dari batangnya yang tegak tumbuh ke atas atau memiliki umbi menem-pel. Adapun bentuk daun begonia sangat unik, sebab bentuknya tunggal hingga majemuk menjari.

Selain begonia, KRB yang berada di bawah pengelolaan Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, juga memamerkan tanaman kemuning dan 10 jenis baru tanaman hoya. Kemuning yang dipamerkan ialah jenis Murraya cyclopensis Astuti dan Rugayah. Jenis ini ditemukan di Cagar Alam Kemiri Said, Pegunungan Cyclops, Papua oleh I Nyoman Lugrayasa dari Kebun Raya Bali pada 2001.

Sementara, sembilan dari 10 jenis baru tanaman hoya sudah dipublikasikan di berbagai jurnal internasional serta satu jenis yang masih dalam proses yang diharapkan dapat dipublikasikan di tahun ini.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan dan KRB LIPI R Hendrian mengungkapkan, selama lebih dari dua abad KRB konsisten menjalankan fungsi sebagai benteng terakhir perlindungan tumbuhan.
Hingga saat ini, KRB, berhasil menyelamatkan 148 spesies dari 437 spesies yang berstatus terancam punah di Indonesia.

“Pengungkapan jenis baru tumbuhan berkontribusi penting dalam konservasi tumbuhan, dan memberikan pemahaman baru tentang keanekaragaman jenis tumbuhan Indonesia serta sumber daya yang kita miliki,” jelas Hendrian. (DD/H-3)

BERITA TERKAIT