25 April 2019, 19:40 WIB

Siap Berkantor di Kebon Sirih, PSI Ingin Jadi Lawan Anies


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Ist
 Ist
Ketua DPW DKI PSI, Michael Sianipar.

PARTAI Solidaritas Indonesia diprediksi akan menjadi pendatang baru di DPRD DKI Jakarta. PSI dalam penghitungan suara sementara mendapat 8% suara atau jika dikalkulasi akan mendapat sembilan kursi.

PSI pun menjadi partai baru tersukses karena akan segera berkantor di Gedung DPRD DKI Jakarta yang terletak di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Amat mungkin menjadi pendatang baru, PSI langsung melakukan pernyataan akan berada di kubu yang berseberangan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Iya betul, kami akan jadi oposisi yang konstruktif. Kami mau tunjukkan partai oposisi yang baik itu seperti apa, bahwa seharusnya menjadi sparring partner untuk gubernur," ujar Ketua DPW DKI PSI, Michael Sianipar, saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (25/4).

Michael, yang pernah menjadi tim ahli untuk mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan, meski berseberangan dengan Anies, pihaknya akan tetap terbuka terhadap diskusi membahas program-program pemerintah.

"Kami terbuka untuk berdiskusi dan membahas program-program pemerintah berdasarkan data dan analisa yang bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.


Baca juga: Pergub Perluasan Pembebasan PBB Harus Dibatalkan


Ia tidak menampik PSI bisa berkoalisi menjadi oposisi yang kuat dengan partai lain di DPRD DKI. Namun, pihaknya memiliki kriteria untuk bisa menjalin kerja sama di legislatif.

"Harus lihat dulu apa pemahaman oposisinya sama," ujarnya.

PSI pun menjamin pihaknya tidak akan ikut arus kinerja lambat DPRD yang selama ini sudah mengakar.

Ditemui terpisah, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga anggota Fraksi Partai Gerindra, Mohamad Taufik, menganggap PSI adalah partai baru yang harus banyak belajar dan butuh bimbingan.

Ia tidak khawatir akan semakin banyaknya partai yang berseberangan dengan Anies.

"Ya tidak apa kalau dia oposisi. Walau banyak ya tidak mengganggu. Kita sama-sama untuk Jakarta," ujarnya.

Di sisi lain, Taufik tidak khawatir raihan suara PSI sebesar 8% telah menggerus suara Gerindra. Taufik bahkan yakin Gerindra bisa menjadi partai penguasa di DPRD DKI dan ia bisa menduduki kursi ketua DPRD DKI.

"Ah nggak. Bisa kok kita tembus 20%. Ini masih penghitungan sementara. Kita tunggu finalnya," terangnya. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT