25 April 2019, 06:50 WIB

Retakan Permukaan Bulan Capai 20 Km


Media Indonesia | Humaniora

MI/Duta
 MI/Duta
Ilustrasi

HASIL pengamatan terbaru mengungkapkan permukaan bulan jauh lebih retak daripada perkiraan sebelumnya.

Sejak terbentuk 4,3 miliar tahun lalu, dampak hantaman asteroid telah merusak permukaan bulan dengan lubang dan kawah. Tim peneliti dari Gravity Recovery and Interior Laboratoy (GRAIL) NASA, Amerika Serikat, mengungkapkan retakan permukaan bulan mencapai kedalaman 20 kilometer.

Dari studi yang memanfaatkan simulasi komputer, dampak hantam-an objek tunggal dapat memecah kerak bulan menjadi beberapa blok dengan kelebaran sekitar 1 meter. Hal itu menunjukkan banyaknya rekahan di megaregolith sangat mungkin bersumber dari hantaman tunggal berkecepatan tinggi.

"Ada cukup banyak kerusakan di luar area kawah utama. Seiring waktu, jaringan retakan akan bertambah dan terhubung, menciptakan kerak bulan yang terfragmentasi," ujar Sean Wiggins, anggota tim peneliti dari Universitas Brown, AS. (Livescience/Tes/X-10)

BERITA TERKAIT