25 April 2019, 04:40 WIB

Huawei Diizinkan Bantu Pengembangan 5G


(AFP/Tes/I-1) | Internasional

 (Photo by WANG ZHAO / AFP)
  (Photo by WANG ZHAO / AFP)
 seorang anggota staf Huawei menggunakan ponselnya di Showcase Transformasi Digital Huawei di Shenzhen, provinsi Guangdong Cina

PERDANA Menteri (PM) Inggris, Theresa May, telah memberikan lampu hijau kepada raksasa telekomunikasi asal Tiongkok, Huawei, untuk membantu pengembangan jaringan 5G. Keputusan May jelas mengabaikan peringatan keamanan yang digencarkan otoritas Amerika Serikat (AS).

Dewan Keamanan Nasional Inggris yang dipimpin May, mengeluarkan persetujuan pada Selasa (23/4) waktu setempat. Pemerintah Inggris mengizinkan Huawei dalam akses terbatas untuk mebangun infrastruktur noninti, seperti perangkat sistem antena.

Meski diwarnai kekhawatiran, keputusan itu muncul berkat pendekatan May dengan Sekretaris Dalam Negeri Sajid David, Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt, Menteri Pertahanan Gavin Williamson, Sekretaris Perdagangan Internasional Liam Fox, dan Sekretaris Pembangunan Internasional Penny Mordaunt.

Terhadap laporan yang dipublikasikan Daily Telegraph, Kantor PM Inggris enggan berkomentar. Namun, manajemen Huawei menyambut baik kabar tersebut. "Huawei menyambut baik laporan yang menyatakan pemerintah Inggris memberikan angin segar kepada Huawei, khususnya untuk membantu pembangunan jaringan 5G di Inggris," bunyi pernyataan resmi raksasa teknologi itu.

"Lampu hijau ini menunjukkan bahwa dunia usaha dan konsumen Inggris segera memiliki akses ke jaringan tercepat dan paling dapat diandalkan. Sementara itu, kami menunggu pengumuman resmi.Kami mengapresiasi pemerintah Inggris yang mengambil keputusan berbasis bukti. Kami terus melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Inggris," lanjut manajemen Huawei.

Seperti diketahui, AS mengeluarkan larangan keras terhadap penggunaan teknologi 5G Huawei di wilayah 'Negeri Paman Sam'. Di bawah kepemimpinan Donald Trump, pemerintah AS mendesak para sekutu yang tergabung dalam Five Eyes, untuk berbagi data intelijen. Aliansi itu mencakup Australia, Inggris, Kanada, dan Selandia Baru.

Titan teknologi menghadapi tekanan besar di negara-negara Barat. Pasalnya, teknologi komunikasi Huawei disinyalir telah dimanfaatkan pemerintah Tiongkok sebagai mata-mata. Laporan pemerintah mengungkapkan, Inggris mengidentifikasi masalah teknologi yang signiifkan dalam rekayasa teknologi Huawei. (AFP/Tes/I-1)

BERITA TERKAIT