Penghitungan Suara Harus Bebas dari Gangguan


Penulis: Golda Eksa - 24 April 2019, 15:10 WIB
MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
 Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto 

SELURUH aparat keamanan TNI-Polri dan aparat terkait lainnya diingatkan untuk tetap mengawal dan mengamankan proses penghitungan suara Pemilu 2019 dari pelbagai gangguan. Rekapitulasi yang sedang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun harus terjaga dan tidak boleh diintervensi.

"Kita amankan dari intervensi-intervensi yang dapat mengganggu aktivitas petugas KPU, baik di daerah maupun di pusat," ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (24/4).

Baca juga: Pemerintah Imbau Masyarakat tidak Terhasut Informasi Sesat

Ia menegaskan, pemerintah telah menyatakan bahwa penghitungan suara hasil pencoblosan yang dilakukan pihak penyelenggara akan dikawal dengan baik. Aparat keamanan pun bersiaga penuh hingga tuntasnya penghitungan suara.

Menurutnya, semua pihak sejatinya bersyukur karena pelaksanaan pesta demokrasi di Tanah Air dapat berjalan aman, damai, dan lancar. Bahkan, berbagai spekulasi yang menyebut pemilu akan rusuh dan timbul kekacauan terbukti tidak benar.

"Pelaksanaan pemilu juga mendapatkan apresiasi dari banyak negara. Pemilu ini dilaksanakan dengan sangat terbuka untuk diawasi oleh semua pihak, termasuk dari mancanegara." tandasnya.

Wiranto juga menepis tudingan yang menyebut adanya konspirasi antara pemerintah dan penyelenggara pemilu untuk memenangkan salah satu pasangan capres-cawapres. Menurut dia, KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) selaku pihak penyelenggara bersifat mandiri, tidak tergabung dalam struktur lembaga negara, dan tidak berada di bawah kendali pemerintah.

"Tuduhan tersebut sangat tendensius, ngawur, bernuansa fitnah, tidak benar, dan tidak berdasar yang diarahkan untuk mendelegitimasi pemerintah dan penyelenggara pemilu terutama KPU/Bawaslu, termasuk hasil pemilu yang sementara ini sedang d?alam proses penghitungan," tandasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT