Penolakan Impor Bawang Putih Bersambut Positif


Penulis: mediaindonesia.com - 22 April 2019, 21:35 WIB
MI/Adam Dwi
 MI/Adam Dwi
Ketua Umum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih.

KETUA Umum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih menyambut penolakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk mengizinkan impor 100 ribu ton bawang putih oleh Perum Bulog.

"Saat ini kan istilahnya kita sedang menggenjot produksi agar lebih baik lagi. Apalagi pertumbuhan di daerah-daerah percobaan itu sudah bagus," ujar Henry dalam keterangan tertulis yang diterima mediaindonesia.com, Senin (22/4).

Menurut dia, keputusan Mendag tersebut telah seirama dengan upaya dan keinginan pemerintahan Joko Widodo menciptakan kedaulatan pangan. Apalagi, para importir masih memiliki cadangan bawang putih untuk digunakan hingga beberapa waktu ke depan.

"Di pemerintahan Jokowi ini prinsipnya adalah menciptakan kedaulatan pangan. Kita dorong supaya kita bisa memproduksi sendiri dan itu sudah ada tanda-tandanya," ujarnya.

Menurutnya, saat ini bisa dijadikan sebagai pintu masuk bagi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani bawang. Dengan meminimkan impor dan mendorong pertanian bawang putih dalam negeri.

Ditegaskan, sejatinya para petani bawang putih memiliki kemampuan untuk itu. Tinggal komitmen dari pemerintah. Terlebih dalam sejarahnya, Indonesia pernah memilik kejayaan dalam memproduksi bawang putih.

"Petani kita mampu kok. Tapi selama ini ketergantungan kita (pada impor) besar sekali, padahal kita mampu produksi," jelasnya.

Baca juga: Impor Bawang Putih akan Dijalankan Importir Umum

Untuk mendorong itu, dia mengusulkan agar setiap provinsi membuat program kepada dinas-dinas pertanian untuk menggencarkan tanam bawang putih.

Kebijakan Kementerian Perdagangan menahan izin impor Bulog hingga saat ini dinilai sudah pada koridornya oleh ekonom dari Universitas Sam Ratulangi, Agus Tony Poputra. Pasalnya pemberian izin impor komoditas tanpa menanam dikhawatirkan dapat mematikan pertanian bawang putih nasional nantinya.

“Memang sebenarnya sudah betul. Si Bulog harus tanam dulu. Kalau impor semua kan susah tidak ada perkembangan bawang putih di Indonesia. Kemendag tidak salah dia konsisten. Dia (Mendag) mungkin mencoba menerapkan aturan secara konsisten tanpa pandang bulu,” katanya kepada wartawan, Senin (22/4).

Sudah tepat menurutnya jika importir swasta saja harus menanam, begitu juga seharusnya Bulog.

Namun ia menilai kebijakan ini mungkin perlu juga dilihat kasus per kasus. Kemendag bisa saja menerapkan kebijakan yang lebih fleksibel saat harga jual bawang putih ditingkat nasional sedang melonjak sangat tinggi dan darutat.

Ia menilai ke depannya bulog juga harus diperlakukan sama dengan yang lain. Sebab menurut dia bulog juga punya tanggung jawab ke dalam negeri. Yaitu untuk mendorong petani untuk menanam bawang putih di dalam negeri supaya Indonesia tidak perlu terus menerus bergantung pada impor. (X-15)

BERITA TERKAIT