Pekan Hardiknas, Kemdikbud Komit Tingkatkan Kualitas Lulusan SMK


Penulis: Syarief Oebaidillah - 22 April 2019, 19:38 WIB
Antara/Puspa Perwitasari
 Antara/Puspa Perwitasari
Sekretaris Jenderal Kementerian pendidikan dan Kebudayaan Didik Suhardi

KESESUAIAN kualifikasi pendidikan masih menjadi kendala dalam penyerapan tenaga kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Guna mengatasi hal itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkomitmen menyelaraskan kualifikasi lulusan SMK dengan tuntutan dunia kerja.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud), Didik Suhardi, saat membuka Pekan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Provinsi Sumatera Selatan, di Kota Lubuklinggau, Sabtu (20/4)

“Tenaga kerja Indonesia 50% persen masih diisi lulusan SMP ke bawah,sekitar 30% diisi lulusan sekolah menengah, sedangkan lulusan sarjana masih sekitar 10%. Kondisi Ini tidak menguntungkan kalau kita tidak segera meningkatkan tingkat kualifikasi pendidikan angkatan kerja kita,” kata Didik Suhardi.

Untuk itu, Didik Suhardi melalui keterangan tertulis yang diterima Senin (22/4), mengimbau agar satuan pendidikan SMK dapat menyeleksi jurusan yang sesuai dengan tuntutan dunia usaha.

"Minimkan output lulusan dari jurusan yang di dunia usaha sudah jenuh. Jurusan elektronika otomatif dan perfilman, merupakan dua jurusan yang sangat prospektif dan dibutuhkan oleh dunia industri,”ungkapnya.

Baca juga : 2019, Kemendikbud Revitalisasi 280 SMK

Dikatakan penyiapan lulusan SMK harus menyesuaikan dengan perubahan dan tuntutan globalisasi.

“Persoalan kita sekarang ada di kualitas, tuntutan dan dunia yang semakin mengglobal menuntut pendidikan kita harus selalu ditingkatkan," tegasnya..

Karena itu, siswa sebagai generasi penerus Indonesia mesti ikut serta berkompetisi di era globalisasi.

"Kita perlu menyiapkan anak-anak Indonesia ,mampu berkompetisi dengan sehat, berkualitas tinggi sehingga mereka bisa mengisi pembangunan di Indonesia. Dan pembangunan di Indonesia tidak diisi oleh orang lain tetapi diisi oleh orang Indonesia sendiri," tukasnya..

Dijelaskan Didik Suhardi, secara umum saat ini terdapat peningkatan akses layanan pendidikan. Pada tahun 2019, terdapat ketuntasan angka partisipasi kasar (APK) hingga 105%.

"Ini menunjukkan tingkat partisipasi pendidikan kita sudah tinggi, dengan angka partisipasi kasar tingkat nasional yang mencapai 105%, di atas 100%," terangnya.

Pelaksanaan Pekan Hardiknas Provinsi Sumatera Selatan, yang berlangsung di Lubuklinggau, diisi berbagai acara dengan melibatkan para pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan.

Acara yang diselenggarakan, diantaranya, pameran, senam bersama, panggung kreasi, dan beragam kompetisi bagi siswa. Selain itu, berbagai hiburan rakyat menjadi daya tarik tersendiri selama penyelenggaraan Pekan Hardiknas yang akan berlangsung sampai dengan hari Selasa (23/4)

Didik berharap perhelatan pendidikan ini menjadi momentum pengingat atas ketersediaan layanan pendidikan dan kebudayaan bagi masyarakat.

Sehingga nantinya, peningkatan layanan pendidikan dan kebudayaan dapat tercapai dan bisa menciptakan peserta didik yang berkualitas dan berkarakter.

"“Melalui Pekan Pendidikan dan Kebudayaan ini kita harapkan bisa menyampaikan apa saja yang telah kita kerjakan, apa saja yang akan kita kerjakan, dan apa saja yang sedang kita kerjakan. “Kita berharap pendidikan di Indonesia ke depanya harus semakin meningkat, harus semakin berkualitas dan berkarakter," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT