Seto Mulyadi Siaran Radio untuk Anak Indonesia


Penulis: Suryani Wandari Putri Pertiwi - 23 April 2019, 01:15 WIB
MI/ATET DWI PRAMADIA
 MI/ATET DWI PRAMADIA
Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi 

SETO Mulyadi atau Kak Seto, 67, demikian masyarakat Indonesia mengenalnya. Lahir di Klaten, Jawa Tengah, Seto dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap isu-isu terkait dengan anak. Kepeduliannya itu mengantarnya menjadi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak dan juga Pembina Koalisi Anak Madani (Kami).

Baru-baru ini, Seto tampak hadir saat peluncuran Radio Paud, sebuah aplikasi radio streaming digital untuk anak-anak di ruang Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Jakarta Pusat, Jumat (12/4).

Kehadiran radio itu juga digawangi Kami beserta Sahabat Anak Indonesia untuk mewujudkan generasi titanium Indonesia 5.0. Sebagai pembina Kami, Kak Seto mengungkapkan, ada alasan tersendiri mengapa Radio Paud itu hadir.

Ia mengaku miris karena hingga saat ini program khusus untuk anak-anak belum mendapat porsi seharusnya di media elektronik. Baik televisi maupun radio masih menargetkan pendengar dari kalangan remaja ke atas. Padahal, kebutuhan siaran khusus anak-anak di radio sangat penting dalam membantu tumbuh kembang mereka.

"Kami lebih memilih radio ketimbang menyajikannya dalam bentuk visual agar anak lebih banyak berimajinasi. Alasan lainnya juga menghindari ketergantungan pada tontonan yang bisa merusak mata," kata pencipta karakter si Komo itu.

Menurutnya, Radio Paud berbasis aplikasi yang sangat canggih sehingga menjangkau seluruh wilayah Nusantara dan bahkan dunia. Dengan dukungan Comm Dev dan Society 5.0, radio itu akan menyiarkan lagu anak-anak selama 24 jam, diselingi lagu wajib nasional setiap jamnya.

"Adanya radio anak ini berarti kita sudah peduli perkembangan anak di usia dini, apalagi mengingat kini anak tak punya sosok ikon seusianya yang dapat memperdengarkan lagu-lagu sesuai umurnya," imbuh psikolog anak itu.

Karena berbentuk digital dan bisa diakses melalui gawai, radio ini pun bisa menjadi sarana hiburan sekaligus edukasi bagi anak-anak. Kini radio anak ini telah menjadi bahan ajar beberapa sekolah paud di Indonesia.

"Lagu dapat membangun karakter anak. Lagu anak merupakan lagu untuk anak, bukan lagu tentang anak. Ini berarti lirik dan nadanya harus sederhana," sebut Kak Seto.

Agar diperbanyak
Selain memperdengarkan lagu, Radio Paud juga akan menyiarkan program mendongeng dan chit chat jenaka. Siapa pun, imbuh Kak Seto, bisa mengisi konten dengan mengirimkan suara story telling serta motivasi dari beberapa tokoh.

Di masa depan, Kak Seto berharap siaran anak dapat diperbanyak. Ia pun meminta KPI menambahkan kategori program siaran anak untuk dilombakan dalam Anugerah KPI mendatang sebagai bentuk apresiasi.

Menurutnya, dengan adanya kategori baru itu, dapat memicu munculnya program siaran anak di setiap lembaga penyiaran radio maupun televisi, baik itu publik maupun swasta. (H-3)

 

BERITA TERKAIT