Seperti Presiden Ukraina, Politisi Ini Juga Mantan Komedian


Penulis: Rizky Noor Alam - 22 April 2019, 18:15 WIB
Steemit-Foradiroma-CBN News
 Steemit-Foradiroma-CBN News
Searah jarum jam: Jon Gnarr, Beppe Grillo, Jimmy Morales

DUNIA politik dan komedi tampaknya tidak jauh berbeda. Lihat saja, nyatanya Volodymyr Zelensky yang baru terpilih jadi Presiden Ukraina, bukan satu-satunya komedian yang sukses ke ranah politik.


Di berbagai negara, jejak sepertinya sudah ada lebih dulu. Berikut para politisi yang juga mantan komedian:

1. Jimmy Morales
Jimmy Morales menjadi presiden Guatemala sejak Januari 2016. Namun tidak lama sebelum itu, dirinya lebih dikenal sebagai seorang komika. Bersama dengan saudaranya, Sammy, dirinya muncul dalam acara komedi sketsa populer yang disebut "Moraleja" atau "Moral," serta sempat membintangi beberapa film. Karir akting pria 1969 itu bahkan sudah berlangsung selama 16 tahun.


Morales mencalonkan diri sebagai walikota di sebuah kota dekat Guatemala City pada tahun 2011 sebelum akhirnya bergabung dengan partai politik kecil pada tahun 2013 sebagai persiapan untuk pemilihan presiden 2015. Dia berkampanye di platform anti-korupsi yang menampilkan slogan sederhana: "Tidak korup, bukan pencuri." Pesan itu berhasil menemukan audiensi dan memenangkan hati para pemilihnya dan dirinya pun menang dengan mudah dalam putaran kedua, meskipun para kritikus mengatakan dia gagal memenuhi pesan yang dikampanyekannya tersebut.

 

2. Jon Gnarr
Jika anda penggemar tayangan vlog Nas Daily, anda mungkin juga sudah mengenal profilnya. Ia tampil di tayangan vlog dunia itu karena keunikan perjalanannya menjadi politisi.
Gnarr ambil bagian di pemilihan walikota Reykjavik, Islandia pada 2010, sebagai guyonan. Ia geram dengan politik di negara itu dan kemudian membuat gerakan-gerakan satir. Pria kelahiran 1967 itu membuat partai ejekan bernama "Partai Terbaik" dan membuat program-program yang nyeleneh, seperti membagikan handuk gratis di kolam renang.


Tidak disangkanya sendiri, warga Reykjavik menyukainya dan memilihnya. Meski begitu saat memerintah, Gnarr terbukti sukses dan membuat berbagai pembaharuan. Ia juga menyetujui pembangunan masjid pertama di Islandia.
Kesuksesannya membuat Gnarr sempat diperhitungkan jadi Presiden Islandia pada Pemilu 2016. Namun ia memilih tidak mencalonkan diri.

4. Beppe Grillo (Italia)
Beppe Grillo menjadi komedian pada tahun 1970an dan mulai muncul di televisi nasional dalam berbagai acara sebelum akhirnya dibuatkan acaranya sendiri. Tetapi ketika karir komedinya terhenti akibat melontarkan lelucon tentang penguasa Italia pada saat itu, dirinya pun beralih ke blog.


Pada awal 2000an, dirinya menjadi seorang aktivis. Dia sering membidik korupsi endemik Italia. Grillo sendiri tidak pernah memegang jabatan politik, tetapi partai yang didirikannya mulai menemukan keberhasilan politik yang signifikan, menjadi partai terbesar di parlemen Italia pada tahun 2018. Pemimpin partai, Luigi Di Maio, sekarang adalah wakil perdana menteri dan mitra dalam pemerintahan.

5. Al Franken (Amerika Serikat)
Amerika Serikat bisa dibilang banyak memiliki aktor yang menjadi seorang politisi dan yang paling terkenal adalan Ronald Reagan yang berlatarbelakang aktor film populer yang berhasil menjadi gubernur California dan kemudian menjadi presiden dua periode.


Namun, contoh paling nyata dari seorang komedian yang menjadi politisi adalah Al Franken, seorang mantan senator Demokrat untuk Minnesota. Franken pertama kali dikenal sebagai penulis dan pemain untuk "Saturday Night Live" pada 1970an dan 1980an. Pada tahun 1999, ia menerbitkan sebuah sindiran politik fiksi berjudul "Why Not Me?" soal gambaran jika dirinya mencalonkan diri sebagai presiden.


Pada 2008, Franken mencalonkan diri untuk Senat dan menang setelah penghitungan ulang. Dia kemudian memenangkan pemilihan ulang pada tahun 2014. Ada desas-desus bahwa dia mungkin mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2020, yang kemudian ditolak oleh kantornya. Pada 2017, dirinya dituduh melakukan pelecehan seksual oleh beberapa wanita dan mendapat banyak kritik publik atas dugaan tindakannya, hal tersebut akhirnya membuat dirinya mengundurkan diri. (M-1)

 

Baca juga: Komedian Terpilih jadi Presiden Ukraina

BERITA TERKAIT