Mereka Wafat saat Keluarga masih Mengandalkannya


Penulis: Media Indonesia - 21 April 2019, 09:15 WIB
MI/Cikwan
 MI/Cikwan
Ketua KPU Karawang Miftah Farid tengah berziarah ke Makam Anggota KPPS Yaya yang meninggal karena kelelahan seusai penghitungan suara

SOMANTRI, 51, Ketua KPPS di Desa Kartajadi, Cianjur, meninggal dunia, Jumat (19/4) sekitar pukul 17.30 WIB. Nasib tragis Somantri hingga kini masih menyisakan duka mendalam.

Diduga, almarhum kelelahan seusai bertugas pada Pemilu 2019 yang menggabungkan pilpres dan pileg.

Awalnya, Somantri mengeluh sakit di dadanya pada Rabu (17/4), pukul 24.00 WIB seusai melaksanakan penghitungan suara. Kondisi Somantri sebelumnya segar bugar.

Selepas itu, dia pulang untuk istirahat karena esok harinya harus mengantarkan logistik ke PPS desa setempat hingga selesai pada sore. Sekitar pukul 19.00 WIB pada Kamis (18/4) saat berbenah di GOR Desa Kertajadi, almarhum kembali mengeluhkan rasa sakit di dadanya dan dibawa ke klinik. Setelah berobat, Somantri kembali lagi ke GOR Desa Kertajadi melanjutkan tugasnya.

Staminanya makin menurun. Sempat mendapat penanganan medis di rumah sakit di Garut pada Jumat (19/4). Namun nahas, sekitar pukul 17.00 WIB, Somantri menghembuskan napas terakhirnya. "Almarhum kelelahan karena proses pemungutan hingga penghitungan suara sangat panjang," kata Camat Cidaun Herlan Iskandar.

Apa yang dialami Somantri ternyata terjadi juga pada puluhan petugas PPS di berbagai daerah. Mereka wafat, meninggalkan keluarganya yang masih mengandalkan mereka untuk mengarungi hidup pada hari-hari mendatang. Tidak banyak pihak memperhatikan nasib mereka.

Tentu ini kabar yang mengharukan dan hendaknya bisa mengetuk hati semua orang. "Sebenarnya kita bekerja siang malam. Tidak hanya saat pemungutan suara serta rekapitulasi," kata Adi, 55, anggota KPPS di TPS 07 Desa Mekarmulya, Telukjambe Barat, Karawang.

Anggota PPS juga tidak tenang jika logistik pemilu belum tiba sesuai dengan jadwal. Pendirian tenda untuk mencoblos pun mereka siapkan. Memasuki hari H, (17/4), pada pukul 06.00 menyiapkan segala sesuatunya, hingga pukul 13.00, melayani proses pemungutan suara, lalu rekapitulasi sampai pagi hari berikutnya. Termasuk menghadapi tekanan protes dari setiap  pihak.

Riyan Hermawan, pengawas TPS 01 di Kota Tasikmalaya juga bernasib sama dengan Somantri. "Riyan meninggal dunia karena kelelahan seusai bertugas mengawasi di TPS 01, Kampung Cibeureum," kata Komisioner Bawaslu Kota Tasikmalaya, Rino Sundawa Putra, kemarin.

Ketua KPPS di TPS 21 Dusun Murten Sleman, Tugiman, juga meninggal dunia pada Jumat (19/4). Tugiman ditemukan gantung diri setelah menunaikan tugas. Di balik latar kematian para petugas PPS, menurut Rino, mereka sebenarnya pantas disebut pahlawan demokrasi. Namun, disesalkan mereka bekerja tanpa diasuransikan. (CS/AD/BB/AT/BN/N-1)

BERITA TERKAIT