Napi Teroris Minim Salurkan Hak Pilih


Penulis: MI - 18 April 2019, 10:20 WIB
MI/Adi Kristiadi
 MI/Adi Kristiadi
Napi sedang memasukan surat suara kedalam kotak suara

Dari119 tahanan kasus terorisme yang tengah mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, hanya 6 yang menggunakan hak pilih di hari pemungutan suara Pemilu 2019, kemarin.

"Dari awal kita sudah mengumpulkan DPT (daftar pemilih tetap), tapi mereka (tahanan terorisme) tidak berkenan. Kita sudah memberikan waktu untuk memberikan NIK (nomor induk kependudukan), yang kooperatif hanya enam orang," kata Kasubdit Pemeliharaan dan Perawatan Tahanan Polda Metro Jaya Komisaris Andi Rusdi di TPS 014 Rutan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta, kemarin.

Ke-113 tahanan kasus terorisme itu, sambungnya, sejak awal tidak mau menggunakan hak pilih mereka. Ketika tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih digelar, hanya enam tahanan yang bersedia memberikan NIK.

Baca juga: Hanya 6 Napi Teroris yang Mencoblos

"Kami sejak awal sudah beri tahu adanya batas waktu proses itu, tapi yang memberikan NIK itu, yang animonya ada, dan kooperatif, hanya enam orang," ujar Andi.

Meski pemilu hanya diikuti enam tahanan kasus terorisme, hak pilih mereka tetap dilayani. Enam narapidana teroris itu mencoblos di TPS 014 Polda Metro Jaya.

Untuk pengamanan, Polda Metro Jaya mengerahkan delapan personel untuk menjaga mereka.

Semangat memilih

Sebanyak 538 tahanan yang tengah mendekam di Rutan Polda Metro Jaya, kemarin, ramai-ramai mendatangi dua TPS yang ada di lingkungan Polda Metro. Pencoblosan di rutan itu dimulai pukul 07.00 hingga 13.00.

Para tahanan memberikan hak suara di TPS khusus yang ada di Polda Metro, yakni TPS 14 dan TPS 15 yang berada di rutan, dekat gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum/Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan dekat gedung Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya.

Ahmad Munif, 35, salah satu tahanan di Polda Metro Jaya, mengaku sangat semangat untuk memberikan hak pilih. Ia mengatakan seluruh tahanan telah diberi penyuluhan terkait dengan teknis pencoblosan dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

"Penyuluhan Minggu (14/8) lalu, ada tiga anggota KPPS datang," kata Munif di TPS 15.

Munif mengaku semangat mendatangi TPS karena ingin melindungi hak pilihnya. "Saya ingin ikut memperbaiki nasib bangsa ini," tegasnya. (*/J-1)

BERITA TERKAIT