Hanya 6 Napi Teroris yang Mencoblos


Penulis: Rifaldi Putra Irianto - 17 April 2019, 14:14 WIB
Antara
 Antara
Ilustrasi: Kotak Suara KPU. 

SEBANYAK 113 narapidana teroris yang ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya tidak menggunakan hak mereka mengikuti Pemilu 2019.

Dari total 119 narapidana, hanya enam orang narapidana yang memberikan hak suara mereka.

"Dari awal kita sudah mengumpulkan DPT (daftar pemilih tetap), namun mereka tidak berkenan. Kita sudah memberikan waktu untuk memberikan NIK (nomor induk kependudukan), yang kooperatif hanya enam orang, " kata Kasubdit Pemeliharaan dan Perawatan Tahanan Polda Metro Jaya Komisaris Andi Rusdi di TPS 014 Rutan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, (17/4).

Rusdi mengatakan, hak enam orang narapidan teroris tersebut tetap dilayani. Enam narapidana teroris melakukan pencoblosan di TPS 014 Polda Metro Jaya.

Baca juga: Ratna Sarumpaet Gunakan Hak Suara di Rutan Polda Metro Jaya

Adapun untuk mengantisipasi kejadian tidak diinginkan, tim Detasemen Khusus (densus) 88 Antiteror dikerahkan.

"Satu unit Densus kita kerahkan. Anggotanya delapan orang. Selain itu ada juga 103 personel ditambah anggota Brimob enam orang," beber Andi.

Adapun 103 personel dibagi di 2 TPS yang terletak di Polda Metro jaya, Yakni di TPS 014 Rutan Ditnarkoba Polda Metro Jaya  dan TPS 015, Rutan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. (X-15)

BERITA TERKAIT