11 April 2019, 22:34 WIB

Nilai Ekonomi Digital RI Ditargetkan 100 Miliar Dolar Pada 2025


Satria Sakti Utama | Ekonomi

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan

PERKEMBANGAN ekonomi digital menjadi perhatian utama pemerintah dewasa ini.

Tumbuh suburnya startup teknologi di Indonesia yang digawangi perusahan digital berlabel unicorn seperti Gojek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia dinilai menjadi bukti potensi besar pasar ekonomi digital di Indonesia.

Menteri Kordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebut pemerintah menargetkan pertumbuhan nilai mencapai 100 miliar dolar AS pada tahun 2025. Saat ini angka transaksi masih berada dikisaran 27 miliar dolar AS.

"Saya pikir pasar start up kita sangat besar. Kita lihat di tahun 2025 bisa mencapai 100 miliar dolar AS bisa digarap. Jadi tidak ada itu istilah uang kita lari ke luar, tapi sebaliknya malah banyak yang ingin ke sini karena pasar Indonesia menggiurkan," kata Luhut dalam konferensi pers laporan pencapaian kinerja Gojek 2018 di Jakarta, Kamis (11/4) sore.

Baca juga : Akses dan Kecepatan Internet Ditambah

Purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berbintang empat ini menegaskan bahwa pemerintah terus mendukung lahirnya unicorn baru ciptaan anak bangsa.

"Pemerintah 1000% mendukung. Kita banyak bikin kompetisi untuk wadah start up baru," imbuhnya.

Khusus pencapaian Gojek, Luhut melempar pujian. Ia mengutip keberhasilan Gojek yang mampu memberikan kontribusi sebesar Rp44,2 triliun pada perekonomian di Indonesia pada tahun 2018.

"Beliau ini belum 40 tahun sudah berkontribusi Rp44,2 triliun buat Indonesia, saya yang sudah 70 tahun saja tidak bisa. Ada lagi penggagas start up di bidang perikanan, Aruna. Datang ke kantor saya dan minta dukungan dan optimis menargetkan bisa capai 10 miliar dolar AS. Masih usia 27 tahun tapi sudah bicara miliaran dolar AS," tutupnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT