11 April 2019, 09:30 WIB

1.307 Startup Siap Dikomersialkan


MI | Humaniora

ANTARA/ Kahfie kamaru
 ANTARA/ Kahfie kamaru
 Menristekdikti RI Muhammad Nasir (kiri), Rektor UI muhammad Anis (kanan)

JUMLAH perusahaan pemula (startup) dengan berbagai inovasi dan riset berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2015 hingga saat ini tercatat sebanyak 1.307 perusahaan rintisan telah dibina Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti), sebagian besar telah masuk ke industri dan siap dikomersialkan.

"Anak-anak muda Indonesia mempunyai kemampuan dalam mengembangkan teknologi. Yang sekarang sudah dibina lebih dari 1.000 startup untuk masuk ke industri," kata Menristek-Dikti M Nasir, dalam perhelatan Startup Summit 2019 di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, untuk mendorong perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) bisa masuk ke industri, sejak 2015 pihaknya melakukan pembinaan dan fasilitasi melalui program inkubasi. Pada saat itu ada sekitar 52 startup yang dibina, kemudian pada 2016, total sebanyak 203 perusahaan rintisan yang dibina. Jumlah itu melonjak menjadi 661 startup pada 2017 dan 956 startup pada 2018.

Hingga saat ini, tercatat 749 perusahaan pemula yang sudah masuk ke industri. Sisanya terus dibina agar matang dan bisa dikomersialkan. "Dari startup yang sudah matang dan komersial, omzetnya bahkan ada yang mencapai Rp7 miliar. Inilah yang terus didorong pemerintah agar bisa menciptakan wirausaha muda," ujar Menristek-Dikti.

Baca Juga: PBNU Gelar Haul Pejuang Nahdlatul Ulama

Ia juga mengatakan, berkembangnya startup dengan berbagai hasil inovasi perlu dibarengi dengan pembinaan terus-menerus secara berkelanjutan. Hal itu diperlukan agar pengembangan inovasi tidak mandek. Industri juga diharapkan bisa menyerapnya menjadi produk komersial.

Ajang Indonesia Startup Summit mempertemukan 5.000 pelaku perusahaan pemula. Selain ada sesi seminar, digelar pula coaching clinic dan konsultasi bagi para mahasiswa yang ingin bergelut maupun tengah mengembangkan startup.

Beberapa produk unggulan yang ditawarkan, antara lain motor listrik Gesit hasil kerja sama antara PT Gesits Technologies Indo (GTI) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Ada pula kapal pelat datar yang dibangun perusahaan PT Juragan Kapal Indonesia. (Dhk/H-1)

BERITA TERKAIT