10 April 2019, 18:00 WIB

Puluhan Ribu Warga Australia Tuntut Upah Lebih Layak


Tesa Oktiana Surbakti | Internasional

PULUHAN ribu orang di Australia turun ke jalan, demi menuntut upah yang lebih layak. Protes itu mengemuka jelang pemilihan nasional pada Mei mendatang.

Partai Buruh sebagai oposisi, menyoroti persoalan stagnasi upah pekerja Australia selama masa kampanye. Serikat pekerja sekutu Partai Buruh mengklaim warga Australia mengalami penurunan upah terendah dalam 30 tahun terakhir.

Koalisi Partai Liberal dan Partai Nasional yang menguasai pemerintahan, berpendapat, cara terbaik untuk meningkatkan upah melalui pemotongan pajak perusahaan. Dalam unjuk rasa, banyak demonstran mengenakan pakaian kerja berwarna neon, seraya membawa spandung bertuliskan Change the Rules.

Baca juga: Rompi Kuning kembali Lancarkan Protes

Menteri Utama negara bagian Victoria, Daniel Andrews, menekankan gerakan protes harus memperjuangan kelayakan upah pekerja kepada pemerintah Australia.

"Banyak warga yang marah, sampai mereka turun ke jalan. Mereka menuntut keadilan kepada siapapun yang berkuasa," ujar Andrews yang bergabung dengan kerumunan massa.

Pengguna transportasi publik pun mengalami hambatan akibat aksi unjuk rasa. Sebab, para aktivis memblokir sejumlah ruas jalan utama pada Senin waktu setempat. Demonstrasi yang mengejutkan terjadi pada jam sibuk.

Sejumlah pendukung Partai Buruh merisaukan persoalan pekerja yang menerima upah di bawah batas minimum. Pun, masifnya pekerja asing yang masuk ke Negeri Kangguru, turut menjadi masalah.(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT