06 April 2019, 12:40 WIB

Koalisi Migrant Care Gelar Simulasi Perempuan Memilih


Melalusa Susthira K | Politik dan Hukum

KURANG dari dua minggu menjelang Pemilu 2019, Migrant Care, Koalisi Perempuan Indonesia, dan Institut KAPAL Perempuan melakukan simulasi pemilu yang dihadiri kelompok perempuan yang terdiri dari ibu-ibu, penyandang disabilitas, lansia, dan pemilih pemula se-jabodetabek.

Acara simulasi itu bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait teknis Pemilu 2019, di mana merupakan pemilu serentak yang pertama kali diadakan di Indonesia dengan lima surat suara sekaligus.

Ketua KPU DKI Jakarta 2018-2023 Betty Epsilon Idroos mengapresiasi diadakannya acara simulasi pemilu seperti ini guna memberikan pemahaman kepada masyarakat agar pada pelaksanaan pemilu pada 17 April nanti dapat berjalan efektif dan sukses.

Selain itu, simulasi dapat menekan angka Golput ataupun kesalahan surat suara menjadi tidak sah.

"Panitia membantu kerja-kerja kita semua terkait dengan sosialisasi penggunaan hak pilih nanti di hari H pemungutan suara jadi berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, surat suara yang diberikan juga berbeda dari pemilu 2014," ujar Betty saat ditemui seusai acara di GOR Bulungan, Jakarta Selatan pada Sabtu (6/4).

Baca juga: Gelar Simulasi Pungut Hitung, KPU Sukabumi: KPPS Harus Cermat

Acara yang digelar semenjak pukul 10.00 WIB itu, dihadiri sekitar 400 peserta.

Simulasi yang awalnya direncanakan diikuti 50 perwakilan peserta, namun karena keterbatasan waktu hanya dapat diwakili sebanyak 15 peserta untuk maju ke depan.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Koalisi Perempuan Indonesia Supriyatmi, hasil yang dicapai dari acara simulasi hari ini akan diserahkan kepada KPU sebagai rekomendasi.

"Hasil yang kita lakukan hari ini akan kita buat rekomendasi kepada KPU untuk perbaikan peraturan dan berbagai teknis pencoblosan ke depan supaya lebih baik, " ujar Supriyatmi. (OL-2)

BERITA TERKAIT