04 April 2019, 22:23 WIB

Bangkitkan Optimisme Industri Sektor LHK Lewat IEFE 2019


Mediaindonesia.com | Media LHK

Dok. KLHK
 Dok. KLHK
Sekjen KLHK Bambang Hendroyono didampingi Wagub Sulses Andi Sulaiman Sudirman saat membuka IEF 2019

AJANG Indogreen Environment and Forestry Expo (IEFE) 2019 kembali digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.Kali ini giliran kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan yang menjadi tuan rumah acara ini.

Dimeriahkan oleh pameran produk-produk hasil hutan dari seluruh Indonesia, IEFE 2019 diikuti oleh sekitar 100 peserta yang berasal dari instansi pemerintah pusat, daerah, dan para pegiat lingkungan.

Mengambil tema “Integrasi dan Sinergi Industri Pada Sektor Kehutanan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”, IEFE 2019 diharapkan semakin mendekatkan impian Indonesia menjadi “champion” dalam perdagangan produk kayu legal dan hasil hutan bukan kayu di pasar global.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono, saat mewakili Menteri LHK, membuka IEFE 2019 di Celebes Convention Center Makassar, Sulses, Kamis (4/4).

"Kata kunci sinergi merupakan hal yang penting antara hulu dan hilir, dan saat ini kita sudah memasukan konfigurasi bisnis yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat," tutur Bambang.

Pada 2018, jelas Bambang, tercatat 12,17 miliar dolar Amerika Serikat disumbangkan sebagai devisa negara dari aktivitas perdagangan sektor hasil hutan.

"Angka ini merupakan rekor tertinggi yang dicatatkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, dan merupakan wujud keberhasilan pemerintah dan para stakeholder sektor LHK, yang telah melakukan langkah-langkah koreksi (Corrective Actions) untuk perbaikan pengelolaan sektor LHK," lanjutnya.

Baca juga : Para Pihak Sepakat Lakukan Rehabilitasi untuk Pulihkan Sentani

Selain ingin membangkitkan keoptimisan dalam industri sektor LHK, Bambang juga menyampaikan bahwa Pemerintah berkomitmen dalam mengedepankan akses masyarakat untuk memanfaatkan hutan melalui Perhutanan Sosial.

"Berbagai langkah korektif telah dilakukan Pemerintah seperti moratorium pembukaan izin baru, mendorong kerjasama hutan sosial serta membangun konfigurasi bisnis baru. Keterkaitan dengan pameran ini adalah bagaimana konfigurasi bisnis baru bisa terlaksana," Bambang menambahkan.

Hingga tanggal 1 April 2019, realisasi Perhutanan Sosial telah tercatat seluas 2,61 juta hektare (Ha) bagi 656.569  Kepala  Keluarga (KK), dalam 5.572 Kelompok Tani pada 314 Kabupaten. Sementara di Provinsi Sulawesi Selatan sendiri, realisasi Perhutanan Sosial telah tercatat seluas 86.686,04 Ha bagi 41.443 KK dalam 505 kelompok.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sulaiman Sudirman, menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya kota Makassar sebagai tuan rumah IEFE 2019.

Dirinya menuturkan, Pemerintah Sulawesi Selatan sangat terbuka untuk mendukung program-program KLHK, khususnya terkait upaya rehabilitasi hutan dan lahan di Sulawesi Selatan yang menjadi target terbesar di tahun ini.

Menanggapi positif pernyataan Wagub Sulawesi Selatan, Bambang mengajak Pemerintah Provinsi Sulsel untuk bersama-sama membangun perencanaan yang baik untuk lima tahun ke depan atau Rencana Pengelolaan Jangka Panjang 2020-2024.

"Ini menjadi tantangan kita bersama untuk melaksanakan langkah korektif dalam RHL. Kita sepakat untuk memulihkan DAS, danau, dan diharapkan Sulsel dapat menjadi contoh. Bagaimana pengelolaan hulu, dimana terdapat kawasan konservasi, taman nasional, agar dikembalikan ke fungsi semula. Tidak lupa untuk produktivitas masyarakat dan lingkungan harus terjaga. Bagaimana target RHL akan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan di hulu khuususnya di lahan kritis, untuk itu perlu konfigurasi dan kolaborasi," pungkas Bambang.

Bekerjasama dengan PT. Wahyu Citra Promo, IEFE 2019 akan berlangsung hingga 7 April mendatang. Selain pameran, acara ini diperkaya dengan agenda talkshow bertema lingkungan, lomba-lomba, seminar, fashion show, pentas seni, story telling, serta acara Ngopi (Ngobrol Pintar) yang menghadirkan narasumber para praktisi lingkungan.

Tidak lupa pada hari kedua, para peserta IEFE 2019 juga berkesempatan melakukan wisata alam di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. (RO/OL-8)

BERITA TERKAIT