29 March 2019, 19:45 WIB

Produk Indonesia Disukai Pasar Ethiopia


Tesa Oktiana Surbakti | Internasional

BARANG-barang Indonesia yang beredar di pasar Ethiopia dan beberapa negara Afrika Timur memiliki kualitas yang sangat baik. Bahkan, sebagian besar kualitasnya lebih baik dibandingkan dengan produk-produk negara Asia lainnya.

Tidak mengherankan jika barang-barang Indonesia sangat digemari masyarakat Ethiopia. Hal itu dikatakan oleh Dawit Abreham Kidane, pemilik Enzo Plc, sebuah perusahaan impor Ethiopia, dalam jamuan makan siang oleh Duta Besar RI untuk Ethiopia, Al Busyra Basnur, di Addis Ababa, Ethiopia.

Baca juga: Jurnalis Filipina Maria Ressa Kembali Ditangkap

Dawit, yang telah melakukan hubungan dagang dengan Indonesia sekitar 5 tahun, mengatakan produk-produk Indonesia sangat berpotensi membanjiri pasar Ethiopia. Dengan penduduk 108 juta jiwa, kedua terbesar di benua Afrika, Ethiopia menjadi pasar strategis bagi produk-produk Indonesia.

“Saya memperdagangkan produk Indonesia tidak hanya di Ethiopia, juga di banyak negara Afrika bagian timur," tutur Dawit, melalui keterangan resmi, Jumat (29/3).

Sementara itu, Bedru Abedia Mohammod, pemilik perusahaan produsen makanan ringan, Chilalo Food, mengungkapkan selama ini banyak mengimpor barang dari Indonesia. “Dalam memproduksi makanan ringan, saya membutuhkan banyak palm oil. Saya pernah mengimpor 40 kontainer palm oil dari Indonesia. Saat ini saya sedang mengimpor bahan mentah sabun sebanyak 2 kontainer," imbuh Bedru.

Tahun lalu, Bedru mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) di Jakarta, sedangkan Dawit mengikuti TEI pada 2017. Seorang pengusaha Ethiopia lainnya, Alemeyehu Nigussie, sudah melakukan kerja sama investasi dengan Indonesia selama kurang lebih sepuluh tahun. Pemilik perusahaan Yes Brands Food and Beverages PLC itu, mengatakan keinginannya untuk mengimpor lebih banyak produk shortening dari Indonesia.

Baca juga: Penyelidikan Kecelakaan Ethiopian Airlines Capai Kesimpulan Awal

Selain itu, Alemeyehu berkeinginan untuk meningkatkan kerjasama investasi dengan Indonesia, terutama dibidang obat-obatan dan pariwisata. Alemeyehu juga memiliki hotel Saro Maria di Addis Ababa, dimana orang Indonesia yang berkunjung ke Addis Ababa sering menginap di hotel tersebut. Tahun lalu, Alemeyehu hadir dalam Indonesia Africa Forum (IAF) yang diselenggarakan di Bali.

Pada jamuan makan siang tersebut, Duta Besar Al Busyra Basnur yang wilayah kerjanya juga meliputi negara Djibouti dan organisasi negara-negara Afrika, memaparkan berbagai peluang kerjasama ekonomi dengan Indonesia, serta mengajak pengusaha Ethiopia menghadiri TEI yang akan diselenggarakan pada Oktober 2019. (OL-6)

BERITA TERKAIT