29 March 2019, 12:35 WIB

Berkontribusi Cetak SDM Unggul


MI | Media Guru

MI/SUSANTO
 MI/SUSANTO
Muhadjir Effendy Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memberangkatkan 1.200 guru dan tenaga kependidikan untuk pelatihan singkat selama hampir 1 bulan ke 12 negara.

Mendikbud Muhadjir berharap mereka mampu mengambil saripati pembelajaran dan pengalaman positif yang didapat untuk didiseminasikan atau ditularkan kepada negara, khususnya kepada lingkungan
sekolah dan siswa serta masyarakat di lingkung an mereka. Dengan begitu, tujuan pemerintah mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, khususnya guru dan tenaga kependidikan dapat terwujud.

Terkait hal itu wartawan Media Indonesia Syarief Oebaidillah mewawancarai Muhadjir Effendy se usai meresmikan kegiatan Sin kronisasi Program Pembinaan Tenaga Kependidikan dengan Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten dan Kota di Jakarta, Rabu (27/3). Turut mendampingi Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi dan Dirjen GTK Kemendikbud Supriano. Berikut petikannya:

Apa pesan yang ingin Anda sampaikan sekembalinya 1.200 guru dan tenaga kependidikan seusai belajar di 12 negara?

Bagaimanapun berbeda manakala seseorang belajar melalui online atau internet ketimbang hadir langsung di suatu tempat khususnya tempat mereka berlatih dan belajar di negara lain yang kita kirim. Apalagi, negara yang dituju memiliki keunggulan dalam pendidikan dan pelatihan. Saya berkeyakinan mereka dapat memetik manfaat, menambah wawasan dan saripa tinya saat belajar untuk kemudian diterapkan.

Dengan demikian, mereka akan memunyai pemahaman dan visi serta pengalaman baru bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Hal itu dapat diabdikan kepada negara, kepada rekan sejawat, kepada sekolah, siswa dan masyarakat.

Mereka akan dapat berkontribusi dan termotivasi atas keragaman pembelajaran pada negara tempat mereka belajar. Di sana mereka ada yang belajar pendidikan karakter, pendidikan vokasi, TIK atau informatika, geografi , desain, matematika, dan lain lain.

Saya juga meminta mereka untuk membentuk himpunan alumni para guru dan tenaga kependidikan guna saling meng-update pengalaman baru, saling mengasah pengetahuan yang didapat untuk saling berbagi dan meningkatkan kompetensi mereka sehingga menjadi sumber daya manusia atau SDM unggul.
 
Apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan Kemendikbud?

Saya targetkan tahun ini dapat mengirimkan 7.000 guru dan tenaga kependidikan untuk mengikuti pelatihan atau kursus singkat ke luar negeri. Saya berterima kasih kepada Ibu Sri Mul yani (Menteri Keuangan) yang peduli dan berkontribusi melalui rapat kabinet untuk mewujudkan pelatih an guru dan tenaga kependidikan ke luar negeri melalui dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP.

Bagaimana kriteria atau proses seleksi yang dilalui para guru dan tenaga kependidikan untuk mengikuti pelatihan singkat ke luar negeri?

Kemendikbud telah mempunyai list atau daftar para guru dan tenaga kependidikan melalui Data Pokok Pendidikan atau Dapodik. Di situ terekam data mereka yang memunyai prestasi dan penghargaan dari Kemendikbud. Ini yang kita prioritaskan. Namun, saya juga meminta mereka yang belum terpilih harap bersabar.

Ke negara mana saja nantinya para guru dan tenaga kependidikan akan dikirim?

Kita memunyai 30 negara tujuan yang memiliki kekhasan dan keunggulan dalam berbagai bidang. Misalnya, bidang vokasi seperti otomasi bisa belajar ke negara Eropa terutama Jerman. Bidang pertanian ke Belanda, bidang karakter bisa ke Singapura, Jepang, dan Australia. Untuk bidang matematika juga bisa belajar ke Jepang dan Singapura.

Sejatinya apa harapan yang ingin dicapai pemerintah melalui Kemendikbud yang akan mengirim ribuan guru dan tenaga kependidik an ke luar negeri?

Pemerintah ingin mempercepat revitalisasi SMK, mempercepat revolusi mental, terutama melalui Progam Penguatan Karakter atau PPK, mengejar standar pendidikan internasional atau skor internasional seperti PISA dan lain lain.

Terakhir, kabarnya keputusan pengiriman guru dan tenaga kependidikan ke luar negeri melalui rapat terbatas Presiden dengan para menteri diputuskan dalam waktu cepat dan mampu dilaksanakan dengan segera?

Ya, benar, pada rapat itu, kami mengusulkan agar dana LPDP dapat dipergunakan tidak hanya bagi yang mau meraih gelar di luar negeri atau graduate program, tetapi juga yang non-graduate, termasuk untuk yang kursus dan pelatihan pembelajaran jangka pendek bagi guru dan tenaga kependidikan.

Alhamdulillah, jajaran Kemendikbud dalam waktu relatif cepat dapat memproses pemberangkatan pertama 1.200 guru dan diktendik ke luar negeri. Untuk tahap awal yang 1.200 guru ini sementara masih menggunakan dana Ditjen GTK Kemendikbud. Nantinya untuk ribuan guru berikutnya dana dari LPDP dan Kemendikbud. (S2-25)

BERITA TERKAIT