27 March 2019, 04:20 WIB

Dapat Pesanan dari Tiongkok Saham Airbus Melonjak


(AFP/Channelnewsasia/Yan/Tes/I-2) | Internasional

(Photo by Yoan VALAT / POOL / AFP)
 (Photo by Yoan VALAT / POOL / AFP)
Guillaume Faury (kanan) dan Ketua China Aviation Supplies Co Jia Baojun  menandatangani perjanjian di Elysee Palace di Paris, pada 20190325

SAAT Boeing berjuang melawan krisis 737 Max, pesaingnya, Airbus, justru mendapat pesanan besar dari Tiongkok. Produsen pesawat di Eropa itu mengatakan pada Senin (25/3) bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan untuk menjual 300 jet penumpang ke perusahaan penerbangan di Tiongkok.

Perjanjian tersebut telah ditandatangani saat Presiden Tiongkok Xi Jinping berkunjung ke Prancis. Pesanan itu terdiri atas 290 pesawat jenis Airbus A320 dan 10 unit A350. Pabrikan Airbus (EADSF), dalam sebuah pernyataan, meng-ungkapkan hal tersebut.

Menurut pihak Airbus, hal tersebut sebagai sebuah permintaan besar dari pasar penerbangan Tiongkok yang berkembang pesat, termasuk untuk penerbangan domestik berbiaya rendah, regional, dan jarak jauh internasional.

Meski begitu, dalam pernyataannya, pabrikan Eropa itu tidak merinci nilai total dari kesepakatan yang telah ditandatangani dan tidak menanggapi permintaan komentar lebih lanjut. Sementara itu, berdasarkan data daftar harga Airbus, pesawat-pesawat tersebut diketahui bernilai total sekitar US$35 miliar.

Di lain hal, saham Airbus tercatat mengalami penguat-an pada perdagangan Selasa (26/3). Keberhasilan memenangi kesepakatan bernilai puluhan miliar dolar dengan Tiongkok, memberikan sentimen positif terhadap pergerak-an saham produsen pesawat tersebut.

Saham Airbus naik 1,9% dalam perdagangan sesi awal. Pejabat pemerintah Prancis menyebut kesepakatan dengan Tiongkok bernilai 30 miliar euro atau setara US$34 miliar, bila mengacu harga katalog. Biasanya, produsen pesawat tersebut memberikan potongan harga signifikan.

Sebagai informasi, kesepakatan itu memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Boeing. Saat sesi perdagangan, Bank investasi Citigroup mempertahankan peringkat beli pada saham Airbus.

"Kami belum memiliki rincian jadwal pengiriman pesanan pesawat. Namun, Tiongkok telah mengambil 20%-25% produksi Airbus tahun ini. Keluarga A320 sudah terjual habis dengan harga produksi yang diumumkan pada 2024-2025," bunyi pernyataan Citigroup.

Perusahaan investasi itu melanjutkan, pihaknya meyakini kesepakatan Airbus dengan Tiongkok akan meningkatkan potensi pabrikan pesawat itu naik ke level produksi 70 pesawat per bulan. (AFP/Channelnewsasia/Yan/Tes/I-2)

BERITA TERKAIT