21 March 2019, 15:05 WIB

Indo Barometer: 64,9 Persen Publik Puas dengan Kinerja Jokowi


Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum

PENELITI Indo Barometer Hadi Suprapto Rusli mengatakan sebagian besar publik puas atas kinerja Jokowi sebagai presiden dan capres petahana.

"Tingkat kepuasan sebesar 64,9% dan yang tidak puas 30,9%," kata Hadi dalam konferensi pers di Century Park Hotel, Senayan, Jakarta, Kamis (21/3).

Hadi menyebut kepuasan publik akan dilanjutkan dengan memilih Jokowi pada Pilpres mendatang. Di samping itu, publik yang tidak puas, mayoritas dukungannya berpindah ke paslon 02 Prabowo-Sandi.

Hadi menjelaskan dari distribusi pilihan calon, pemilih yang puas terhadap kinerja Jokowi lebih banyak memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar 73,7%. Sedangkan pemilih yang tidak puas lebih banyak memilih pasangan Prabowo-Sandi sebesar 69,3%.

"Peluang calon petahana untuk terpilih kembali sangat dipengaruhi oleh evaluasi publik atas kinerjanya. Hasilnya lebih dari setengah puas. Tetapi, petahana juga harus perhatikan suara-suara publik yang tidak puas dengan pemerintah," tuturnya.

Baca juga: SMRC: Keunggulan Paslon 01 karena Publik Puas Kinerja Jokowi

Lebih lanjut, ada tiga alasan utama publik puas atas kinerja Jokowi, yakni pembangunan merata sampai pelosok desa, kinerja yang baik, dan banyak program yang bermanfaat seperti Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar.

Selain itu, mengenai alasan publik tidak puas terhadap kinerja Jokowi, antara lain disebabkan sulitnya lapangan kerja, harga kebutuhan pokok naik, dan perekonomian masyarakat semakin sulit.

Seperti diketahui, Survei Nasional Indo Barometer ini dilaksanakan pada 6–12 Februari 2019. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1.200 responden. Margin of error sebesar ± 2,83%, pada tingkat kepercayaan 95%.

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.(OL-5)

BERITA TERKAIT