40 Wisman Malaysia Terjebak di Air Terjun Kiu Kelep Saat Gempa


Penulis: Yusuf Riaman - 17 March 2019, 19:25 WIB
ANTARA FOTO/Riza Fahriza
 ANTARA FOTO/Riza Fahriza

SEBANYAK 40 wisatawan yang terjebak lokasi air terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, didominasi wisatawan mancanegara dari Malaysia, pascagempa tektonik 5,8 Skala Richter (SR).   

Terdapat kurang lebih 40 orang wisatawan yang terkepung longsoran di sekitar kejadian. Korban dominan berasal dari wisatawan Malaysia dan domestik, kata Kepala Bagian Humas Pemkab Lombok Utara, Mujaddid Muhas, kepada Antara, Minggu (17/3).  

Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinkes setempat telah menerjunkan empat ambulans ke lokasi kejadian bersama personel dan paramedis. Baru bisa dievakuasi lima korban, dua orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka, saru orang dirawat di Puskesmas Bayan.    


Baca juga: Dua Orang Meninggal di Air Terjun Tiu Kelep akibat Gempa 5,8 SR


Untuk mencapai lokasi air terjun Tiu Kelep yang memakan waktu sekitar 45 menit dari jalan raya Senaru, wisatawan harus melintasi jalan setapak yang di kiri kanannya terlihat bekas longsoran gempa pada Juli dan Agustus 2018.   

Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 5,8 SR pada Minggu (17/3) siang pukul 14.07 WIB atau 15.07 Wita, tetapi tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,30 lintang selatan dan 116,60 bujur timur dengan kedalaman 10 kilometer (km).

Pusat gempa berada di laut pada jarak 24 km timur laut Kabupaten Lombok Timur, 36 km timur laut Kabupaten Lombok Utara, 37 km barat laut Pulau Panjang, Kabupaten Sumbawa, dan 63 km timur laut Kota Mataram.  (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT