Dua Orang Meninggal di Air Terjun Tiu Kelep akibat Gempa 5,8 SR


Penulis: Yusuf Riaman - 17 March 2019, 19:15 WIB
ANTARA FOTO/Riza Fahriza
 ANTARA FOTO/Riza Fahriza

SEBANYAK dua orang meninggal dunia yang terkena longsoran gempa air terjun Tiu Kelep di Desa Senaru, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, pascagempa tektonik 5,8 skala Richter (SR) pada Minggu (17/3) sore.
   
Pihak BPBD dan Dikes Pemda KLU telah menerjunkan empat ambulans ke lokasi kejadian bersama personil dan paramedis. Baru bisa dievakuasi lima orang, dua orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka, seorang dirawat di Puskesmas Bayan, kata Mujaddid Muhas, Kepala Bagian Humas Pemkab Lombok Utara kepada Antara, Minggu (17/3).

Untuk mencapai air terjun Tiu Kelep dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dari jalan raya Senaru, wisatawan harus melintasi jalan setapak yang di kiri kanannya terlihat bekas longsoran gempa pada Juli dan Agustus 2018.


Baca juga: 58 Tewas, Korban Banjir Sentani Diperkirakan akan Bertambah


Sebelumnya Nusa Tenggara Barat (NTB) diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 5,8 SR, Minggu (17/3), pukul 14.07 WIB atau 15.07 Wita, tetapi tidak berpotensi tsunami.
 
Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,30 lintang selatan dan 116,60 bujur timur dengan kedalaman 10 kilometer (km).    

Pusat gempa berada di laut pada jarak 24 Km timur laut Kabupaten Lombok Timur, 36 km timur laut Kabupaten Lombok Utara, 37 km barat laut Pulau Panjang, Kabupaten Sumbawa, dan 63 km timur laut Kota Mataram. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT