Libur Selama Ramadan, BPN: Untuk Pererat Kebinekaan


Penulis: M Ilham Ramadhan Avisena - 17 March 2019, 19:00 WIB
ROMMY PUJIANTO
 ROMMY PUJIANTO

KOORDINATOR Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan pernyataan calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. Rencana Sandiaga meliburkan kegiatan sekolah selama Ramadan bila memenangi pemilu, ajarkan toleransi.

"Kita mengikuti tradisi, ingin melanjutkan tradisi Kiai Haji Abdurrahman Wahid, ketika Ramadan meliburkan penuh seluruh siswa termasuk kampus," ujar Dahnil di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Minggu (17/3).

Ia menuturkan, hal itu dijanjikan oleh Prabowo-Sandi lantaran menginginkan anak-anak yang beragama muslim bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk fokus beribadah. "Kami ingin memastikan seluruh anak-anak kita belajar tentang Islam. Islam yang rahmatan lil alamin tentang akhlak selama satu bulan itu," jelasnya.

Dahnil menjelaskan, nantinya anak-anak beragama Islam dan non-Islam akan belajar dan mengenal lebih jauh soal toleransi di Indonesia dengan adanya waktu libur selama satu bulan itu.

"Selama satu bulan itu bisa menjadi madrasah bagi agama apa pun. Nah itu membuat kita menjadikan Ramadan sebagai simbol mempererat persatuan, mempererat kebinekaan," tukasnya.

Sebelumnya, Sandiaga Uno mengatakan dirinya dan calon presiden Prabowo Subianto bakal menerapkan libur sekolah selama satu bulan penuh selama Ramadan jika terpilih pada Pilpres 2019.

Hal itu disampaikannya saat rapat konsolidasi juru kampanye nasional di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (15/3) malam. (A-2)

BERITA TERKAIT