Kartu Prakerja Bantu Penanggulangan Kemiskinan


Penulis: Akmal Fauzi - 17 March 2019, 11:45 WIB
Ist
 Ist
Pakar sumber daya manusia Pusparini Hakim 

PAKAR sumber daya manusia Pusparini Hakim menilai kartu Prakerja yang diusung calon presiden petahana, Joko Widodo (Jokowi), tak hanya untuk memberdayakan para tenaga kerja, namun bisa membantu penanggulangan kemiskinan. Program ini diyakini menjadi materi yang kuat untuk disampaikan calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin dalam debat ketiga yang berlangsung hari ini, Minggu (17/3).

“Dengan memberikan kesempatan bagi para pencari kerja yang tidak memiliki keahlian khusus menyebabkan mereka menjadi pengangguran. Hal ini dapat dilakukan dengan program pelatihan keahlian khusus yang akan mempermudah para pencari kerja yang berasal dari kalangan miskin untuk dialokasikan pada lapangan pekerjaan yang membutuhkan keahlian tertentu,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (17/3).

Mantan Direktur SDM INASGOC ini menjelaskan, pada kenyataannya, banyak pencari kerja dari kalangan miskin enggan meluangkan waktu belajar keahlian baru karena mereka harus bekerja untuk kelangsungan hidup keluarga.

“Apabila mereka mengalokasikan waktu untuk belajar keahlian baru yang dapat membuka peluang peningkatan penghasilan, ada risiko mereka tidak dapat bekerja dan tidak memperoleh penghasilan untuk menghidup keluarga,” ujarnya.

Baca juga: Ma’ruf Amin Harus Andalkan 3 Kartu Baru Jokowi

Pada akhirnya, lanjut dia, pencari kerja dari keluarga kurang mampu akan terjebak bekerja dengan di sektor-sektor yang hanya memberikan upah kecil karena tidak memiliki keahlian khusus.

“Hal ini dapat menyebabkan mereka berada dalam kondisi kemiskinan kronis, yakni mereka tidak yakin nasibnya dapat berubah karena ketidakmampuan keluar dari kondisi kemiskinan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, program Kartu Prakerja, ada tunjangan yang diberikan selama pelatihan keahlian akan menjamin kelangsungan hidup dari keluarga pencari kerja yang berasal dari kalangan miskin. Dalam hal ini, kartu Prakerja dapat menjadi social safety net atau jaring pengaman sosial selama mereka mengikuti program peningkatan keahlian di balai pelatihan kerja.

“Maka dari itu, program kartu Prakerja dapat menjadi salah satu solusi untuk mengakhiri kemiskinan ekstrim dan menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih inklusif,” jelasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT