1 WNI Penumpang Pesawat Jatuh


Penulis: Denny Parsaulian Sinaga - 11 March 2019, 03:00 WIB
Simon MAINA / AFP
 Simon MAINA / AFP

PESAWAT penumpang jenis Boeing 737-800 MAX milik maskapai penerbangan Ethiopia jatuh di dekat ibu kota negara itu, Addis Ababa, sesaat setelah lepas landas menuju Nairobi, ibu kota Kenya.

Demikian keterangan yang dirilis maskapai penerbangan tersebut, kemarin. Pesawat dengan nomor penerbangan ET 302 tersebut, hilang kontak pada pukul 08.44 waktu setempat sesaat setelah lepas landas pada pukul 08.38 dari Bandara Internasional Bole di Addis Ababa.

Menurut penelusuran, pesawat yang jenisnya sama dengan pesawat milik maskapai penerbangan Lion Air yang jatuh beberapa waktu lalu di perairan Jakarta, diketahui jatuh di sekitar Bishoftu, sebelah tenggara Addis Ababa.

Pihak maskapai meyakini, pesawat bernomor penerbangan ET 302 itu membawa 149 penumpang dan delapan awak. "Saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung dan kami tidak memiliki informasi tentang para penyintas atau kemungkinan sebab akibat kecelakaan pesawat," demikian isi siaran pers yang diterbitkan maskapai terbaik di Afrika itu dalam laman mereka.

"Para staf Ethiopian Airlines akan segera dikirim ke lokasi kecelakaan untuk melakukan segala hal yang diperlukan guna membantu layanan darurat," urai maskapai itu.

Maskapai tersebut menambahkan, pusat informasi dan hotline tentang penumpang pesawat akan segera tersedia untuk dapat diakses para keluarga penumpang dan awak pesawat.

"Pemerintah Ethiopia menyatakan belasungkawa kepada para keluarga korban yang kehilangan orang yang mereka cintai dalam penerbangan terjadwal dan reguler ke Nairobi, Kenya, pagi ini," demikian cicitan dari Kantor Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed, di Twitter.

Sebagai informasi, Ethiopian Airlines telah mengantongi reputasi sebagai salah satu maskapai penerbangan terbaik di Afrika. Di Benua Afrika, maskapai itu tercatat sebagai pemilik catatan keamanan yang baik dan armada pesawat terbaru.

Sementara itu, seorang warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan menjadi salah satu dari 157 korban jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines. Menurut CEO Tewolde, Gebre Mariam, pesawat itu membawa penumpang dari 30 negara berbeda.

Para penumpang terdiri atas 32 warga Kenya, 18 Kanada, sembilan Ethiopia, masing-masing delapan dari Italia, Tiongkok, AS, serta masing-masing tujuh asal Inggris dan Prancis. Selain itu, tercatat enam warga Mesir, lima Belanda, masing-masing empat dari India dan Slovakia, serta masing-masing tiga dari Austria, Swedia, dan Rusia.

Gebre menambahkan, penumpang lainnya ialah masing-masing dua dari Maroko, Spanyol, Polandia, dan Israel, serta masing-masing satu dari Indonesia, Belgia, Somalia, Norwegia, Serbia, Togo, Mozambique, Rwanda, Sudan, Uganda, dan Yaman.

12 Tewas

Secara terpisah, kecelakaan pesawat di Kolombia yang terjadi pada Sabtu (9/3), menyebabkan 12 penumpang tewas. Informasi tersebut diungkapkan Badan Pertahanan Sipil Kolombia.

"Pesawat itu sedang terbang dari San Jose del Guaviare ke Villavicencio," demikian isi siaran pers yang diterbitkan Badan Pertahanan Sipil tersebut. Menurut Otoritas Penerbangan Sipil Kolombia, saat mengalami kerusakan, pilot pesawat sempat melaporkan keadaan darurat pada pukul 10.40 waktu setempat.

Dari upaya pencarian, bangkai pesawat ditemukan di La Bendicion, dekat Villavicencio. (CNN/I-2)

BERITA TERKAIT