09 March 2019, 07:00 WIB

Gizi Anak Membaik, Keluarga pun Sejahtera


Suryani Wandari Putri | Humaniora

Mukaromah, 46, sangat terbantu dengan program keluarga harap­an (PKH) yang diberikan pemerintah sejak 2016.

Bantuan yang dia nilai sebagai amanat itu tidak pernah disia-siakan.

Uang yang diterimanya melalui PKH setiap tiga bulan sekali itu digunakan sesuai tujuan pemerintah, yakni pemenuhan gizi anak dan pendidikan.

“Sejak dapat bantuan itu, saya gunakan sebaik-baiknya untuk anak. Tujuan pemerintah supaya anak kita sehat dan pintar. Kalau sudah begitu, kita juga orangtua yang senang,” ujarnya.

Warga Peninggaran, Jakarta Selatan, ini menuturkan kehidupannya sangat terbantu dengan program pemerintah tersebut. Tidak hanya untuk dia dan keluarganya, ibunya yang sudah lanjut usia pun mendapatkan bantuan yang nilainya lebih dari cukup.

Melalui PKH, setiap keluarga pemilik kartu sakti Jokowi yang dinama­kan kartu keluarga sejahtera, mendapatkan bantuan pada 2018 sebesar Rp1.890.000 per tahun.

“Kehidupan saya jadi terbantu terutama untuk anak sekolah. Tahu sendiri sekarang biaya sekolah mahal. Namun, bukan saya saja, ibu saya yang sudah lansia juga dapat bantuan. Saya terima kasih banget,” tandas Mukaromah.

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan bantuan sosial PKH tahap pertama secara nasional telah direalisasikan 99,99% per 5 Maret.

Selanjutnya penyaluran bantuan tahap kedua akan disalurkan pada awal April mendatang.“Untuk tahap dua sudah siap disalurkan awal April,” ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi World Bank 2018 PKH berdampak positif dalam meningkatan konsumsi per kapita, konsumsi berprotein, mengurangi gizi buruk dan stunting serta meningkatkan partisipasi sekolah.

Agus mengatakan keluarga penerima manfaat PKH yang sudah Graduasi Sejahtera Mandiri 2018 sebanyak 621.788 KPM atau 6,2%. Tahun ini target graduasi sebanyak 800.000 KPM (8%).

Presiden Joko Widodo meminta masyarakat yang menerima bantuan pangan nontunai untuk menggunakan bantuan itu secara tepat untuk kebutuhan peme­nuh­an gizi dan pendidikan anak.

“Awal April akan ada tahap kedua, tetapi jangan segera dihabiskan, digunakan tepat sasaran untuk membeli seragam sekolah, sepatu, dan beli bahan pangan yang bergizi untuk anak. Tidak boleh untuk beli pulsa,” tegas Jokowi saat bertemu ribuan masyarakat dan keluarga penerima manfaat di Jakarta KPM, Rabu (6/3). (Sru/X-6)

BERITA TERKAIT