08 March 2019, 07:30 WIB

Program Sakti itu Menolong Kehidupan Warga Miskin


John Lewar | Humaniora

KEHIDUPAN Sony Muhamad alias Aladin bukan kehidupan yang mudah dijalani.

Sebagai nelayan tradisional, penghasilan warga Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur,itu tidak menentu.

Sony kerap mengandalkan keberuntungan dalam mencari nafkah. Apalagi ia menggantungkan hasil tangkapan ikan di perairan kawasan Taman Nasional Komodo hanya dengan menggunakan alat memancing tradisional.

Di lain sisi, beban kehidupan Sony sebagai kepala keluarga bukannyatidak berat.

Menurut Sony, penghasilannya sebagai nelayan tradisional tidakmencukupi untuk menghidupi seorang istri dan keempat anaknya. Dua anak Sony duduk di bangku SMP, seorang di SMA, dan satu lagi masih duduk di kelas satu SD.

Untuk membiayai pendidikan keempat anaknya itu, tentu penghasilan Sony  tidak mencukupi. Dalam kondisi seperti itu, hadir kartu-kartu sakti yang merupakanprogram dari Presiden Joko Widodo.

Keberadaan kartu-kartu tersebut,menurut Sony, sangat membantu masyarakat miskin atau di bawah gariskemiskinan seperti dirinya untuk membiayai sekolah dan membantu rumah tangga mereka setiap hari.

"Coba bayangkan kehidupan kami pada tahun-tahun sebelum ada kartumiskin, anak-anak kami tak bisa sekolah. Di kampung ini 10 tahun yanglalu, belum ada anak-anak yang sekolah hingga ke perguruan tinggi ataupuntingkat SMA," ucap Sony.

Sebelum ada kartu-kartu sakti Jokowi, masih kata Sony, warga di daerahitu cukup tertekan ketika harus membiayai anak-anak untuk melanjutkansekolah ke tingkat SMP atau SLTA sederajat lainnya lantaran tak memilikicukup biaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Namun, saat ini situasi itu sudah tidak ada lagi karena kartu saktiJokowi sudah beredar hingga ke pelosok desa," ucap Sony.

Saat Media Indonesia mengunjungi Pulau Rinca pada Senin (4/3), wargasetempat pun mengakui hal serupa terjadi pada mereka.

Sekretaris Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Ibrahim Hamsomenyebutkan bahwa warga setempat cukup terbantu dengan program kartu pintaratau Program Keluarga Harapan yang diberikan Presiden Joko Widodo.

Menurut Ibrahim Hamso, program tersebut telah dinikmati 468 keluargaatau 1.640 jiwa yang tersebar di wilayah Kecamatan Komodo. (JL/X-6)

BERITA TERKAIT