05 March 2019, 07:45 WIB

Warga Penerima KIS Berharap Program Terus Berlanjut


Benny Bastiandy | Nusantara

SEJUMLAH penerima manfaat kartu Indonesia sehat (KIS) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berharap program tersebut bisa terus berlanjut.

Pasalnya, program yang diluncurkan di era Joko Widodo-Jusuf Kalla itu sangat membantu dalam proses perawatan dan pengobatan pada berbagai fasilitas kesehatan.

“Alhamdulillah, sejak me­nerima KIS, saya sudah menggunakannya selama tiga kali. Waktu itu saya gu­­nakan saat berobat ke RSUD Sayang Cianjur,” kata Wowo Subagio, 54, warga Kampung Mitraloka RT 003/18, Kelurahan Pamoyan­an, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, kemarin.

Wowo menuturkan pro­ses pengurusan menggunakan KIS tidak terlalu ribet. Ketika mengalami munta­ber, ia langsung datang ke RSUD Cianjur.

“Waktu itu saya bilang menggunakan KIS sama pegawai di rumah sakit. Lalu saya mengisi identitas diri. Setelah selesai, saya langsung dirawat. Setelah dinyatakan sembuh, tidak ada biaya sepeser pun,” ujar tukang parkir yang biasa mangkal di seputaran Jalan Siliwangi itu.

Kejadian berulang beberapa waktu ­selan­jutnya. Wowo kembali mengalami sakit cu­­kup parah. Kadar gulanya naik sehingga membutuhkan perawatan.

“Saya pakai lagi KIS. Seperti biasa mengisi lagi formulir kemudian dirawat sampai sembuh. Tidak ada biaya apa pun. Kalau dihitung-hitung, saya sudah gunakan KIS ini selama tiga kali, yakni pada 2014, 2017, dan 2018,” terang dia.

Ayah dari dua anak itu mengaku sangat terbantu dengan adanya program KIS dari pemerintah pusat. Ia pun berharap KIS ini bisa kembali digunakan.

“Manfaatnya besar seka­li. Apalagi bagi kami, ­keluarga yang terbilang kurang mampu. Kalau harus bayar waktu itu, berapa duit yang harus dikeluarkan untuk biaya perawatan dan pengobatan di rumah sakit? Wak­tu itu saya dirawat sam­pai tiga hari. Setelah di­­nyatakan sembuh juga masih diberi obat,” ucapnya.

Meskipun demikian, Wowo menyayangkan belum seluruh anggota keluarganya terdata sebagai penerima KIS. Istri dan kedua anak Wowo, hing­­ga kemarin, belum ma­suk sebagai ­penerima program tersebut.

Karena itu, Wowo berharap ke depan ada pendataan ulang agar seluruh anggota keluarganya bisa terdaftar sebagai penerima manfaat KIS. “Lumayan manfaatnya, karena gratis. Program ini sangat bagus. Saya setuju program-program yang ini kembali diteruskan,” kata Wowo lagi.

Sebelumnya, DPRD Cianjur, Jawa Barat, pernah mencatat setengah dari jumlah penduduk di wilayah itu masuk kategori miskin. Hal itu dilihat dari penerima KIS yang mencapai 1 juta orang. (BB/Ant/X-6)

BERITA TERKAIT