Kemendikbud Kirim 1.200 Guru ke 12 Negara


Penulis: Syarief Oebaidillah - 28 February 2019, 08:00 WIB
MI/SUSANTO
 MI/SUSANTO

PEMERINTAH terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan ialah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan mengirim sekitar 1.000 guru dan tenaga pendidik berprestasi ke luar negeri.

Mereka akan dikirim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ke 15 negara untuk menjalani pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru, di antaranya ke Korea, Jerman, Jepang, Prancis, Singapura, Tiongkok, Hong Kong, dan Australia.

Mereka yang dikirim ialah guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, widyaiswara, tutor, dan pendidik PAUD yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia.

"Program pendidikan dan latihan para guru dan tenaga kependidikan ke luar negeri ini bertujuan guna memfokuskan peningkatan mutu SDM sebagai bagian program pemerintah dan negara kita, tentunya hal ini kita tempuh melalui pendidikan yang baik. Jika SDM bagus dengan mendapatkan pendidikan baik akan dapat berpengaruh pada peningkatan kompetensi para guru dan tenaga kependidikan atau Diktendik kita," kata Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Supriano menjawab Media Indonesia seusai peresmian Pusat Asesmen Kemendikbud di kantor Kemendikbud Jakarta, Selasa (26/2).

Menurut Supriano, para guru tersebut akan mengikuti pelatihan selama tiga minggu dan diberangkatkan mulai 28 Februari 2019. "Mereka sudah diseleksi dari peserta guru berprestasi dan tenaga kependidikan berprestasi yang digelar Ditjen GTK Kemendikbud serta program inovasi sejak 2015 hingga 2018," ungkap Dirjen GTK yang akrab disapa Ono itu.

Ia mengungkapkan, kegiatan tersebut telah diamanatkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pada peraturan-peraturan tersebut disebutkan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan diwajibkan selalu mengembangkan diri melalui pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

Pengembangan kompetensi tersebut dapat dilakukan secara mandiri atau mengikuti pelatihan yang diselenggarakan pemerintah dan pemerintah daerah. Pengembangan keprofesian secara berkelanjutan bagi guru sebagaimana amanat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dilakukan dalam bentuk kegiatan pembelajaran/bimbingan dan tugas tambahan lain yang relevan untuk pengembangan karier guru khususnya dalam kenaikan pangkat atau jabatan fungsional guru.

 

Profesional

"Melalui kegiatan pengembangan kompetensi diri ini akan terwujud guru atau pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional yang memiliki ilmu pengetahuan secara utuh dan memiliki kepribadian matang, kuat, dan seimbang," ucapnya.

Dengan demikian, lanjut dia, pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan terampil membangkitkan minat peserta didik untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penyajian layanan pendidikan yang bermutu.

Di samping itu, pendidik dan tenaga kependidikan dapat membantu dan membimbing peserta didik untuk berkembang dalam mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat berubah pada masyarakat abad ke-21 dan menghadapi era revolusi industri 4.0.

Bahkan, dalam bidang kejuruan, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. Hal itu sejalan dengan pertumbuhan dunia usaha dan industri di Indonesia, permintaan tenaga terampil lulusan SMK semakin meningkat.

Oleh karena itu, peserta didik SMK perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha dan industri. Untuk itu, diperlukan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang profesional.

Lebih lanjut, Dirjen GTK menjelaskan, pemerintah dalam melaksanakan program pengembangan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan selama ini telah melaksanakan melalui sejumlah program kegiatan di dalam negeri. "Guna memberikan wawasan kepada guru atau pendidik dan tenaga kependidikan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat, pemerintah memberikan kesempatan kepada guru dan Diktendik untuk mengikuti pelatihan di luar negeri," ujarnya.

Para pendidik yang mengikuti program tersebut dapat langsung meneguk pengalaman dalam proses pembelajaran untuk mengubah cara mempersiapkan diri sebelum mengajar, selama proses pembelajaran, mengevaluasi hasil belajar, dan mengalami serta memperhatikan langsung budaya belajar di sekolah dan institusi yang dikunjunginya.

"Program ini merupakan apresiasi dalam rangka peningkatan kompetensi bagi guru, Diktendik atau pendidik dan tenaga kependidikan yang telah mengabdikan diri mereka dengan penuh tanggung jawab dan berdedikasi serta memiliki prestasi dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik dan tenaga kependidikan," papar Ono.

Selama mengikuti program pelatihan di luar negeri, tambahnya, para guru dan Diktendik diharapkan dapat menyerap semua materi yang diberikan dan untuk dipraktikkan serta menyebarluaskan kepada guru atau Diktendik dan kelompok kerja di daerah mereka. (S1-25)

 

BERITA TERKAIT