Kejagung dan BNN Terima Aset Terpidana Korupsi dari KPK


Penulis: Golda Eksa - 20 February 2019, 15:39 WIB
MI/Rommy Pujianto
 MI/Rommy Pujianto

LEMBAGA antirasuah menyerahkan aset milik tiga terpidana kasus korupsi serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) kepada Kejaksaan Agung dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Penyerahan barang rampasan berupa tanah dan bangunan senilai Rp110 miliar itu dilakukan melalui mekanisme penetapan status penggunaan (PSP).

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo yang menyerahkan secara simbolis kepada Jaksa Agung HM Prasetyo dan Kepala BNN Komjen Heru Winarko, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (20/2), mengatakan seluruh aset itu berada di wilayah DKI Jakarta, Bali, dan Sumatera Utara.

Baca juga: BPK Didesak Hitung Kerugian Negara Menggaji PNS Koruptor

Ia berharap, aset hasil praktik lancung itu sedianya dapat dimanfaatkan dengan baik, sesuai kebutuhan instansi masing-masing. KPK pun menegaskan perampasan terhadap aset terpidana kasus korupsi yang telah berkekuatan hukum tetap akan terus dilakukan.

Agus meyakini, penyerahan aset melalui mekanisme PSP nantinya dapat mendukung kinerja Korps Adhyaksa dan BNN, khususnya dalam upaya penegakan hukum. "Karena target dari penindakan korupsi itu bukan hanya menghukum orangnya, tapi juga mengembalikan kerugian," ujarnya.

KPK menyerahkan aset bernilai Rp94.259.142.000 milik terpidana M Nazaruddin kepada BNN. Aset tersebut berupa satu bidang tanah seluas 9.944 m2 di Jalan Duren Tiga VIII, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Berikutnya, tanah seluas 1.194 m2 dan bangunan seluas 476 m2 di Jalan Kenanga Raya Nomor 87, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara. Aset milik terpidana Sutan Bhatoegana yang ditaksir bernilai Rp5.196.837.000 itu akan digunakan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Kejaksaan Agung juga menerima aset milik terpidana Fuad Amin dengan nilai Rp10.782.506.000 di Perumahan Kubu Pratama Indah, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Denpasar Barat, Bali. Barang rampasan berupa tanah seluas 829 m2 dan bangunan seluas 593 m2 diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi Bali.

Jaksa Agung HM Prasetyo, menambahkan aset yang diterima tersebut bakal dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah dinas kejaksaan. Ia pun optimistis penambahan sarana dan prasarana yang selama ini dibutuhkan akan semakin meningkatkan kinerja pejabat Korps Adhyaksa.

"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama demi menguatkan penegakan hukum, khususnya dalam mencegah dan memberantas kejahatan korupsi yang menjadi tanggungjawab bersama," terang dia.

Baca juga: Mahfud Sebut Golput Lahirkan Pemimpin yang tidak Baik

Senada dikemukakan Kepala BNN Komjen Heru Winarko. Menurut dia, aset yang diserahkan kepada institusinya itu akan dimanfaatkan untuk membangun perkantoran serta perumahan pegawai.

"Kita juga berharap dengan memanfaatkan aset ini maka BNN dapat lebih meningkatkan kinerja untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan, serta peredaran gelap narkoba di Indonesia," pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT