14 February 2019, 15:25 WIB

Aktivitas Merapi Meningkat, Warga KRB III Giatkan Ronda Malam


Djoko Sardjono | Nusantara

ANTARA
 ANTARA

MENYIKAPI peningkatan aktivitas Gunung Merapi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI dan Polri mengektifkan kegiatan patroli ke pos-pos ronda malam di kawasan lereng gunung tersebut.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Dodhi Hermanu, mengatakan bahwa status Merapi masih di level II atau waspada. Meski demikian, warga tetap dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Kegiatan ronda warga lereng Gunung Merapi, terutama di kawasan rawan bencana (KRB) III, sebagai langkah antisipasi jika terjadi erupsi. Ada tiga desa yang ada di KRB III, yaitu Desa Balerante, Sidorejo, dan Tegalmulyo.

"Warga melakukan ronda malam, adalah atas keinginan bersama antara warga dan BPBD Klaten. Kegiatan ronda ini dilakukan sejak status Merapi ditingkatkan menjadi level II atau waspada," jelasnya, Kamis (14/2).

 

Baca juga: Aktivitas Merapi Meningkat, Masyarakat Diminta Waspada

 

Sementara itu, Pemkab Klaten telah menyiapkan tiga unit selter untuk menampung pengungsi jika gunung meletus, masing-masing di Desa Menden, Kebonarum; Kebondalem Lor, Prambanan; dan Demak Ijo, Karangnongko.

Selain itu, masyarakat 13 desa di lereng Gunung Merapi juga telah mengembangkan konsep evakuasi mandiri, dengan menggandeng 25 desa paseduluran (persaudaraan) sebagai tempat mengungsi jika gunung meletus.

Menurut Dodhi, desa paseduluran yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan, antara lain Kebonarum, Prambanan, dan Karangnongko, dinilai aman sebagai tempat pengungsian. Hal ini termasuk untuk penampungan ternak warga.

Terkait kondisi jalur evakuasi saat ini, Plt Kalak BPBD Klaten menyatakan prihatin karena sudah rusak, terutama jalur di sisi timur dari Desa Tegalmulyo menuju selter pengungsi di Desa Demakijo, Karangnongko.

Jalur evakuasi pengungsi sisi tengah dari Desa Sidorejo ke selter di Desa Menden, Kebonarum, dan jalur sisi barat dari Desa Balerante menuju selter di Kebondalem Lor, Prambanan, juga sebagian ruas mengalami kerusakan.

"Sejumlah ruas jalan di jalur evakuasi yang rusak, dikawatirkan menghambat proses evakuasi saat terjadi erupsi Merapi. Karena itu, kerusakan jalur evakuasi perlu segera diperbaiki," ujar Dodhi Hermanu. (OL-3)

BERITA TERKAIT